Pasar Ramadan GOR Segiri Jadi Destinasi Kuliner dan UMKM Samarinda

SAMARINDA – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda terus memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kegiatan Wisata Belanja Ramadan yang digelar di halaman GOR Segiri, Samarinda. Acara ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Samarinda, lembaga perbankan, dan pihak swasta, serta menjadi agenda tahunan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan.

Kepala Disporapar Kota Samarinda, H. Muslimin, mengatakan bahwa memasuki pekan terakhir Ramadan, jumlah pengunjung mulai menurun dibandingkan awal penyelenggaraan.

Kepala Disporapar Kota Samarinda, H. Muslimin

“Memang kalau sudah minggu terakhir Ramadan, pengunjung biasanya berkurang. Kalau biasanya bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 orang, sekarang sekitar 1.000 sampai 1.500 orang. Karena masyarakat mulai fokus berbelanja pakaian dan kebutuhan keluarga di pusat perbelanjaan,” ujar Muslimin saat ditemui di lokasi, Sabtu (14/03/2026).

Meski jumlah pengunjung berkurang, kegiatan Wisata Belanja Ramadan tetap memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM. Muslimin menjelaskan sebagian besar pedagang sudah mampu menutup biaya operasional pada minggu pertama.

“Biasanya di minggu pertama mereka sudah menutup biaya operasional sekitar Rp1,5 juta. Minggu kedua dan ketiga itu sudah mulai mencari keuntungan,” katanya.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Pemerintah Kota Samarinda dengan sejumlah mitra, seperti Bank Indonesia, Bank Kaltimtara, Bank Kaltimtara Syariah, serta event organizer Event Nusantara.com. Dukungan berbagai media partner juga membantu publikasi dan promosi acara kepada masyarakat.

“Karena keterbatasan anggaran, kami membangun kerja sama dengan berbagai pihak seperti perbankan dan event organizer agar kegiatan ini tetap bisa berjalan. Ini bentuk kolaborasi untuk mendukung UMKM,” jelas Muslimin.

Selain itu, pemerintah memberikan subsidi terhadap biaya sewa lapak agar pedagang tidak terbebani. Jika biaya sewa normal bisa mencapai lebih dari Rp3 juta, pedagang dalam kegiatan ini hanya membayar sekitar Rp1,45 juta, sudah termasuk instalasi dan kebersihan.

“Kalau sewa normal, satu tenda bisa lebih dari Rp3 juta. Di sini pedagang hanya membayar sekitar Rp1,45 juta sudah termasuk instalasi dan kebersihan,” ungkapnya.

Pihak penyelenggara juga memperhatikan kenyamanan pengunjung dengan memperbaiki fasilitas area kegiatan. Tahun ini, area yang sebelumnya berpasir telah diaspal sehingga lebih nyaman dilalui dan mengurangi debu.

“Sekarang sudah kita aspal, jadi pejalan kaki lebih nyaman, debu berkurang, dan area terlihat lebih rapi,” katanya.

Salah seorang pengunjung, Aminah, menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat dalam mencari hidangan berbuka puasa dengan beragam pilihan kuliner.

“Agenda seperti ini tentu memudahkan kami membeli jajanan untuk berbuka puasa, dari makanan ringan hingga makanan berat. Contohnya martabak manis sampai kambing guling,” kata Aminah. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan konsep yang semakin baik serta pilihan kuliner yang semakin beragam.

“Harapan saya ke depan event ini semakin baik dan jenis makanan yang dijual semakin banyak,” pungkasnya. []

Penulis: Rifki Irlika Akbar | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com