Pasca-KM Virgo Transport 8 Tenggelam, Keselamatan Pelayaran Diminta Diperketat

Musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang menewaskan penumpang dari Tanah Laut mendorong penanganan korban sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan pelayaran.

TANAH LAUT – Musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa turut berdampak pada masyarakat Kabupaten Tanah Laut (Tala), setelah salah satu penumpang yang menjadi korban diketahui merupakan warga Beramban, Kecamatan Pelaihari. Kondisi tersebut mendorong Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Endang Agustina, meminta penanganan korban dimaksimalkan sekaligus mengevaluasi keselamatan pelayaran.

KM Virgo Transport 8 tenggelam pada Minggu (13/9/2026) saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Salah satu penumpang yang diketahui berasal dari Tala adalah Mariana Dewi Nurlitasari, 23 tahun, warga Beramban, Kecamatan Pelaihari.

Mariana sehari-hari mengabdi sebagai Tenaga Sarjana Pendamping Pembangunan Pedesaan (SP3) di Desa Pemalongan. Keberadaan warga Tala sebagai salah satu korban membuat musibah tersebut mendapat perhatian dari Endang yang juga berdomisili di wilayah tersebut, sebagaimana diberitakan Ini Kalsel, Senin, (14/09/2026).

Endang meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan musibah bergerak secara terpadu agar proses penanganan korban dapat berjalan maksimal.

“Kami berharap seluruh pihak terkait, baik TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Perhubungan, hingga instansi pendukung lainnya dapat berkolaborasi dengan maksimal dalam penanganan musibah ini,” tegas Endang.

Selain penanganan korban, Endang menilai aspek keselamatan pelayaran perlu menjadi perhatian setelah terjadinya kecelakaan tersebut. Ia mendorong Kementerian Perhubungan bersama para pemangku kepentingan transportasi laut melakukan audit dan evaluasi secara menyeluruh.

Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan standar keselamatan pelayaran diterapkan secara konsisten, sekaligus menjadi langkah pencegahan agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi.

“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Evaluasi secara menyeluruh perlu dilakukan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Endang berharap seluruh korban memperoleh perhatian dan penanganan sebaik-baiknya. Di sisi lain, evaluasi terhadap sistem keselamatan pelayaran diharapkan dapat menghasilkan perbaikan sehingga perlindungan terhadap penumpang semakin kuat dalam setiap perjalanan laut. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com