Pascabanjir Aceh Tamiang, Layanan Sunat Gratis Jadi Harapan Warga

ACEH – Upaya pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang tidak hanya menyasar perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan kesejahteraan anak. Di tengah keterbatasan fasilitas dan akses layanan medis, Tim UMY Rescue 2025 kembali menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana.

Pada Selasa (23/12/2025), relawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar layanan sunat gratis bagi anak-anak korban banjir di Masjid Nurul Iman Bukit Suling, Kecamatan Rantau. Kegiatan ini menjadi bagian dari program “Kepedulian Tanpa Batas untuk Sumatera” yang digagas UMY Rescue sebagai respons berkelanjutan terhadap dampak bencana alam di wilayah tersebut.

Layanan sunat gratis ini menyasar anak-anak dari keluarga terdampak banjir yang mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan, baik karena faktor ekonomi maupun kondisi geografis pascabencana. Momentum libur sekolah dimanfaatkan agar anak-anak tidak kehilangan waktu belajar, meskipun proses mobilisasi menuju lokasi kegiatan masih dihadapkan pada tantangan medan yang belum sepenuhnya pulih.

“Di daerah terdampak, masyarakat menghadapi kesulitan baik dari sisi pembiayaan maupun akses. Bahkan untuk menuju lokasi pelayanan pun tidak mudah. Hari ini kegiatan diikuti tiga anak, salah satunya harus dimobilisasi dari wilayah dengan akses yang sangat sulit sehingga kami perlu menunggu. Alhamdulillah, kegiatan tetap dapat terlaksana,” ujar Ketua Tim Medis UMY Rescue 2025, Sagiran, dr., Sp.B(K) KL., M.Kes., dalam laporannya dari lapangan.

Menurut Sagiran, tantangan utama kegiatan bukan terletak pada aspek medis, melainkan penyesuaian lokasi dan sarana pendukung. Layanan kesehatan harus dilaksanakan di fasilitas umum dan lingkungan pengungsian yang terbatas, namun tetap dituntut memenuhi standar keselamatan dan prosedur medis.

Dalam kegiatan tersebut, tim medis menerapkan metode SGR (Smart Gelotin Resection) yang dikenal minim perdarahan, relatif cepat, dan aman bagi anak-anak. Tiga anak yang mengikuti layanan sunat yakni M. Rafi Maulana (11), Zeko Abiyyu (11), dan Tengku Alvino (12).

Selain tindakan medis, tim relawan juga memberikan bingkisan berupa alat tulis sekolah, uang saku, dan perlengkapan pendukung lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dukungan psikologis bagi anak-anak serta meringankan beban orang tua di tengah situasi pascabencana.

“Bagi kami, meskipun ini musibah, tetap ada hikmahnya. Anak-anak terbantu, orang tua juga terbantu dari sisi pembiayaan. Alhamdulillah, anak-anak dan orang tua sangat puas dengan layanan yang diberikan,” tambah Sagiran.

Melalui program ini, UMY menegaskan komitmennya untuk hadir tidak hanya saat masa tanggap darurat, tetapi juga dalam fase pemulihan. UMY Rescue 2025 diharapkan menjadi model kolaborasi kemanusiaan yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang layanan lanjutan selama masih terdapat kebutuhan masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com