BALIKPAPAN— Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Balikpapan memastikan layanan air bersih tetap aman dan optimal selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kesiapan tersebut dilakukan melalui koordinasi internal jajaran direksi serta penguatan operasional selama masa libur panjang.
Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Dr Yudhi Saharuddin, SE, MM, mengatakan berbagai langkah antisipatif telah dilakukan, mulai dari perbaikan jaringan pipa hingga peningkatan kapasitas produksi air.
“Kami sudah melakukan perbaikan pipa dalam jumlah cukup banyak. Produksi air juga kami tingkatkan, dan seluruh tim operasional disiagakan penuh dengan dukungan insentif agar tetap standby selama Nataru,” ujar Yudhi, Selasa (23/12/2025).
Selain itu, PDAM menyiagakan armada tangki air untuk merespons cepat apabila terjadi gangguan layanan, seperti kebocoran pipa maupun kendala kelistrikan.
“Kalau ada gangguan, kami sudah minta tim dan armada tangki air standby. Jadi layanan darurat bisa langsung diberikan kepada masyarakat terdampak,” katanya.
Ketersediaan air baku aman
Yudhi memastikan ketersediaan air baku tetap aman meski intensitas hujan cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, suplai air baku dipastikan mencukupi hingga awal 2026.
“Untuk ketersediaan air baku sampai akhir tahun dan awal tahun depan masih aman. Masyarakat tidak perlu khawatir selama Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyesuaian muka air Waduk Manggar dilakukan sesuai arahan kementerian sebagai langkah mitigasi terhadap anomali cuaca dan curah hujan ekstrem.
Capaian dan kendala 2025
Sepanjang 2025, PDAM Balikpapan mencatat peningkatan kapasitas produksi air yang signifikan melalui optimalisasi sumur, peningkatan kapasitas instalasi pengolahan air (IPA), serta perbaikan jaringan distribusi.
“Produksi air kita sudah meningkat cukup tinggi. Ada penambahan sumur dan uprating IPA yang kini mendekati kapasitas maksimal,” kata Yudhi.
Namun demikian, ia mengakui pemasangan sambungan baru belum terealisasi optimal karena PDAM masih memastikan kecukupan debit air. Saat ini, daftar tunggu sambungan baru tercatat sekitar 7.000 pelanggan.
“Insya Allah pada 2026 akan kami selesaikan seluruhnya, kecuali di wilayah yang memang belum tersedia pipa induk,” ujarnya.
Tambahan kapasitas dan rencana 2026
Direktur Operasional PDAM Balikpapan, Ir Ali Rachman AS, ST, MT, menambahkan bahwa sepanjang 2025 telah dilakukan penambahan kapasitas produksi hampir 50 liter per detik dari sejumlah lokasi, seperti LPM, Telaga Sari, Kampung Damai, serta renovasi intake di Gunung Tembak.
“Optimalisasi IPA terus kami lakukan agar produksi tetap stabil. Saat ini juga sedang berjalan penguatan sistem di Kilometer 12,” ujar Ali.
Selain itu, PDAM mempersiapkan pemasangan pompa booster guna mendukung pemerataan distribusi air di seluruh wilayah kota.
Memasuki 2026, PDAM Balikpapan berencana membuka pemasangan sambungan baru dalam jumlah besar, serta mengkaji kemungkinan rekrutmen pegawai melalui mekanisme terbuka.
“Rekrutmen masih kami kaji dengan melihat rasio layanan dan jumlah pelanggan. Jika sudah memenuhi, kemungkinan tahun depan bisa dibuka,” katanya.
Apresiasi dukungan pemerintah
PDAM Balikpapan turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Dinas PUPR, Cipta Karya, dan SDA, atas dukungan pembangunan sumur, intake, serta pipa transmisi.
“Bantuan ini sangat berarti bagi peningkatan layanan air bersih di Balikpapan dan insya Allah akan berlanjut pada anggaran tahun depan,” ujar manajemen PDAM.
Penulis Irwanto S
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan