Pedagang Takjil Mahakam Ulu Harap Lokasi Jualan Lebih Strategis

MAHAKAM ULU – Aktivitas penjualan takjil di Pasar Ramadan kembali ramai menjelang waktu berbuka puasa di Kabupaten Mahakam Ulu. Setiap sore, masyarakat mulai memadati lapak-lapak pedagang untuk mencari berbagai hidangan berbuka puasa, mulai dari makanan ringan hingga aneka kue tradisional.

Salah satu pedagang, Andi Candra Irawan, mengaku telah berjualan takjil selama empat tahun terakhir setiap bulan Ramadan. Kegiatan tersebut menjadi rutinitas tahunan yang ia jalani untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menambah penghasilan keluarga.

Saat diwawancarai langsung pada Rabu (11/03/2026), Candra menjelaskan bahwa dirinya rutin membuka lapak takjil setiap Ramadan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mencari makanan berbuka.

“ Candra selaku penjual takjil Ramadan. Saya sudah mulai berjualan sekitar empat tahun lalu dan setiap bulan puasa selalu jualan,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai jenis makanan disediakan untuk menarik minat pembeli. Makanan yang dijual pun cukup beragam, mulai dari gorengan hingga aneka kue yang menjadi menu favorit masyarakat saat berbuka puasa.

“Yang dijual banyak macamnya, mulai dari goreng-gorengan, kue basah, kurma, sampai kue kering,” jelasnya.

Candra mengatakan, aktivitas Pasar Ramadan tahun ini telah berjalan sekitar 18 hari dan cukup membantu para pedagang dalam memperoleh tambahan penghasilan selama bulan suci Ramadan. Kehadiran pasar takjil juga dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli makanan berbuka tanpa harus memasak sendiri di rumah.

Meski demikian, ia mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi para pedagang. Salah satu keluhan utama berkaitan dengan lokasi berjualan yang dinilai kurang strategis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Keluhannya sekarang kebanyakan soal lokasi. Dulu waktu di depan masjid itu lebih ramai karena berada di jalan besar. Kalau di sini agak sepi,” katanya.

Selain faktor lokasi, kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang yang berjualan di ruang terbuka. Hujan yang turun secara tiba-tiba sering kali membuat jumlah pembeli berkurang dan memengaruhi pendapatan pedagang.

“Belum lagi kalau sudah sepi, tiba-tiba datang hujan. Itu juga jadi kendala kami,” tambahnya.

Menurut Candra, keberadaan Pasar Ramadan sebenarnya sangat membantu pedagang kecil untuk memperoleh penghasilan tambahan selama bulan puasa. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat kembali mempertimbangkan penataan lokasi pasar agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Harapannya kalau bisa dibuatkan lagi di depan masjid atau di lingkungan masjid saja supaya lebih ramai, tapi tetap tidak mengganggu lalu lintas,” harapnya.

Pasar Ramadan sendiri setiap tahun selalu menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat menjelang waktu berbuka puasa. Selain menyediakan berbagai pilihan makanan khas Ramadan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pedagang musiman untuk menggerakkan roda perekonomian lokal.

Dengan berbagai pilihan menu yang tersedia serta suasana yang khas menjelang waktu berbuka, Pasar Ramadan di Mahakam Ulu diharapkan tetap menjadi bagian dari tradisi tahunan yang tidak hanya memperkuat kebersamaan masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi para pelaku usaha kecil. []

Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com