Kemnaker menekankan pemeriksaan kesehatan dan kewaspadaan pengemudi sebagai langkah penting menekan risiko kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2026.
JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menekankan pentingnya keselamatan perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan memastikan kesiapan fisik dan mental pengemudi angkutan, seiring pelepasan program mudik gratis bagi pekerja di Jakarta Timur, Rabu (18/03/2026).
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan, faktor pengemudi menjadi salah satu penentu utama keselamatan perjalanan, selain kondisi kendaraan. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan dan tingkat kewaspadaan pengemudi dinilai krusial untuk menekan risiko kecelakaan selama arus mudik.
“Kami memiliki alat untuk mengukur tingkat kewaspadaan pengemudi hanya dalam waktu sekitar lima menit. Dari situ dapat diketahui apakah pengemudi dalam kondisi fit atau tidak,” jelas Yassierli.
Menurutnya, Kemnaker bekerja sama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan kernet bus di enam wilayah. Pemeriksaan tersebut mencakup tes kesehatan serta uji kewaspadaan berbasis komputer guna memastikan pengemudi dalam kondisi prima saat bertugas.
Ia mengungkapkan, rendahnya tingkat kewaspadaan pengemudi kerap disebabkan kurangnya waktu istirahat. Kondisi ini sering kali diabaikan, padahal berpotensi besar meningkatkan risiko kecelakaan di perjalanan.
“Tidak cukup hanya ditanya apakah sudah cukup tidur. Ketika diuji, tingkat kewaspadaannya rendah. Setelah ditelusuri, mereka hanya tidur dua sampai tiga jam. Ini yang menjadi perhatian serius,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menaker juga menyoroti pentingnya membangun hubungan industrial yang sehat antara manajemen dan pekerja, tidak hanya sebatas pemenuhan hak normatif, tetapi juga dilandasi kepedulian dan keterlibatan bersama.
“Hubungan antara manajemen dan pekerja harus seperti dua roda gigi. Jika selama ini hanya satu yang bergerak, tidak akan optimal. Dengan dua roda gigi yang bergerak bersama, perusahaan dapat melaju lebih cepat. Di situlah tujuan kita, ketika manajemen memperhatikan kesejahteraan pekerja dan pekerja juga peduli memajukan perusahaan serta meningkatkan produktivitas. Itu mimpi yang ingin kita wujudkan,” ujar Yassierli sebagaimana diberitakan Antara, Rabu (18/03/2026).
Ia menambahkan, program mudik gratis yang diselenggarakan perusahaan menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap pekerja, khususnya dalam memenuhi kebutuhan mereka untuk pulang kampung dengan aman dan nyaman saat Lebaran.
“Ini menunjukkan dunia usaha memiliki kepedulian terhadap pekerja. Pemerintah tentu mendukung program-program seperti ini,” katanya.
Program mudik gratis bagi pekerja yang difasilitasi PT Pamapersada Nusantara ini tidak hanya membantu mobilitas pekerja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan industrial yang harmonis serta meningkatkan kesejahteraan pekerja di momen penting keagamaan. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan