KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing di tengah dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pembukaan ratusan kuota pelatihan berbasis kompetensi pada tahun anggaran 2026.
Program pelatihan ini menawarkan 14 kejuruan yang dapat diikuti masyarakat umum, baik laki-laki maupun perempuan. Pendaftaran telah dibuka dan akan berlangsung hingga akhir Maret 2026. Pelatihan dirancang menyesuaikan kebutuhan dunia industri, usaha, maupun sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Distransnaker Kukar, Lukman, mengatakan bahwa pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada penyerapan tenaga kerja jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi keterampilan berkelanjutan bagi masyarakat Kukar.
“Pelatihan ini kami siapkan berbasis kompetensi dan kebutuhan riil industri. Harapannya, peserta tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga keahlian yang benar-benar dibutuhkan oleh perusahaan,” ujar Lukman saat dikonfirmasi lewat telepon, Jumat (06/02/2026).
Selain pelatihan umum, Distransnaker Kukar menyiapkan program khusus untuk meningkatkan produktivitas dan kompetensi tenaga kerja di sektor UMKM. Program ini diberikan kepada kelompok UMKM sesuai permintaan, dan hingga saat ini, 21 kelompok masyarakat atau UMKM telah terakomodir dalam anggaran Distransnaker Kukar.
“Distransnaker Kukar memiliki program peningkatan produktivitas tenaga kerja UMKM. Program ini diberikan kepada kelompok UMKM sesuai permintaan. Saat ini, ada 21 kelompok masyarakat atau UMKM yang telah terakomodir dalam anggaran kami,” jelas Lukman.
Kelompok UMKM yang ingin mengikuti program diwajibkan mengajukan proposal permohonan pelatihan. Proposal tersebut menjadi dasar penilaian dan penyesuaian jenis pelatihan sesuai kebutuhan masing-masing kelompok. Pelaksanaan program direncanakan setelah Hari Raya Idulfitri, pada bulan Maret hingga April 2026, dengan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar UMKM mampu bersaing di tengah dinamika pasar.
“Pelaksanaannya direncanakan setelah Lebaran, sekitar bulan Maret dan April. Kami berharap pelatihan ini bisa diikuti secara maksimal oleh para pelaku UMKM,” ujarnya.
Kejuruan yang dibuka cukup beragam, mencakup sektor jasa, industri, hingga ekonomi kreatif, seperti Satpam Gada Pratama, Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Operator Forklift, Instrumentasi Level 1, Rigger, Operasi Alat Berat, Welder SMAW 3G dan 4G, Desain Grafis, Konten Kreator, Perhotelan, Penjamah Makanan, Mekanik K2, serta Pertukangan Level 1 hingga 6. Kuota peserta disesuaikan karakteristik pelatihan, mulai 20 hingga 90 orang per kelas, dengan batas usia 26–35 tahun tergantung kejuruan.
Lukman menambahkan, pelatihan ini memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas UMKM. Peserta akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pemasaran, produksi, manajemen usaha, hingga inovasi produk.
“Melalui pelatihan ini, UMKM mampu meningkatkan kompetensi, mulai dari pemasaran, produksi, dan aspek lainnya. Selain itu, pelatihan juga mendorong inovasi agar UMKM dapat mengembangkan produk yang lebih berdaya saing,” katanya.
Pelatihan juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, kepuasan pelanggan, dan efisiensi pengelolaan sumber daya. “Pelatihan ini membantu UMKM meningkatkan kualitas, kepuasan pelanggan, dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya. Pada akhirnya, program ini diharapkan mampu membantu UMKM tumbuh lebih kuat dan produktif,” pungkas Lukman.
Proses pendaftaran dirancang fleksibel dan inklusif. Masyarakat dapat mendaftar secara daring melalui aplikasi Kukar Siap Kerja, namun bagi warga dengan keterbatasan akses digital, Distransnaker membuka layanan pendaftaran langsung di kantor Distransnaker maupun kantor kecamatan.
“Ini bentuk komitmen kami agar seluruh masyarakat Kukar, termasuk yang berada di wilayah kecamatan, memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi,” tambah Lukman.
Dengan program ini, Pemkab Kukar berharap pelatihan kerja dan peningkatan produktivitas UMKM tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi sarana strategis untuk menekan angka pengangguran sekaligus menciptakan tenaga kerja lokal yang unggul, mandiri, dan berdaya saing. []
Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan