NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan menunjukkan respons cepat dalam menangani dampak kebakaran permukiman yang terjadi di Jalan Trans Kalimantan RT 03, Desa Apas, Kecamatan Sebuku. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi pada masa awal pascabencana.
Kebakaran yang terjadi pada Senin, 29 Desember 2025 tersebut menghanguskan dua unit rumah kayu dan menyebabkan kerugian materiil cukup besar. Menyikapi kondisi itu, BPBD Kabupaten Nunukan segera menurunkan personel ke lokasi untuk menyalurkan bantuan logistik sekaligus melakukan pendataan awal terhadap korban.
Bantuan disalurkan langsung oleh personel BPBD Pos Sebuku kepada warga terdampak. Logistik yang diberikan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar agar korban dapat bertahan di hari-hari awal setelah kehilangan tempat tinggal.
Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasan, menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya tanggap darurat sekaligus wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah.
“Sejak awal kejadian, kami berupaya memastikan korban kebakaran tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya. Bantuan logistik ini kami salurkan sebagai bentuk respon cepat agar warga bisa segera bangkit dan mulai proses pemulihan,” ujar Hasan saat dikonfirmasi, Senin (05/01/2026).
Selain menyalurkan bantuan, BPBD juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi korban serta lingkungan sekitar lokasi kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak lain yang mungkin belum terpenuhi.
“Kami tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga melihat langsung kondisi di lapangan. Ini penting agar penanganan selanjutnya bisa tepat sasaran,” tambahnya.
BPBD Nunukan turut melakukan pendataan awal terhadap warga terdampak dengan melibatkan aparat desa setempat. Koordinasi lintas pihak ini dinilai penting agar penanganan pascabencana dapat berjalan terintegrasi, mulai dari bantuan lanjutan hingga pemulihan sosial dan ekonomi warga.
“Kami berkoordinasi dengan pemerintah desa agar seluruh data korban tercatat dengan baik. Dengan data yang valid, penyaluran bantuan lanjutan bisa dilakukan sesuai kebutuhan riil di lapangan,” jelas Hasan.
Berdasarkan laporan petugas pemadam kebakaran Kecamatan Sebuku, kebakaran terjadi sekitar pukul 15.40 Wita dan melahap dua unit rumah berbahan kayu di kawasan padat penduduk. Api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lain.
BPBD Kabupaten Nunukan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat. Pemeriksaan instalasi listrik dan kehati-hatian dalam penggunaan sumber api dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.
“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Pastikan instalasi listrik aman dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan,” pungkasnya. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan