PENAJAM PASER UTARA — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menghadiri kegiatan Sosialisasi Program Akuisisi Tabungan Haji dan Emas Bank Syariah Indonesia (BSI) yang digelar di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Kamis (05/02/2026). Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan ini diwakili Sekretaris Daerah PPU, Tohar.
Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada aparatur pemerintah serta masyarakat mengenai pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan alternatif pengelolaan keuangan berbasis syariah melalui produk tabungan haji dan investasi emas yang dinilai relevan untuk kebutuhan jangka panjang.
Branch Manager BSI KCP Penajam, Yudhistira Wicaksono Herlambang, menjelaskan bahwa tabungan haji dan emas merupakan instrumen yang relevan untuk perencanaan jangka panjang di tengah dinamika ekonomi dan inflasi.
“Emas saat ini menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif aman. Melalui layanan BSI, kami berharap masyarakat Penajam Paser Utara dapat mempersiapkan ibadah haji secara lebih terencana dan nyaman sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa masa tunggu keberangkatan haji saat ini berkisar hingga hampir tiga dekade, sehingga perencanaan sejak awal menjadi hal penting. Yudhistira mengungkapkan, pada 2026 terdapat lebih dari seratus calon jemaah haji asal PPU yang telah melunasi biaya melalui BSI dan dijadwalkan berangkat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah PPU, Tohar, dalam sambutannya menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari edukasi publik untuk membangun kesadaran perencanaan ibadah sekaligus pengelolaan keuangan secara bertahap.
“Ibadah haji membutuhkan kesiapan yang simultan, baik dari sisi kesehatan fisik dan mental maupun kemampuan finansial. Melalui fasilitas tabungan haji, masyarakat dapat merencanakannya secara lebih terukur,” kata Tohar.
Ia menambahkan, pemerintah daerah memandang kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan sosial kemasyarakatan sekaligus dukungan terhadap peningkatan literasi keuangan syariah di daerah. Kehadiran perbankan syariah dinilai mampu memberikan alternatif yang lebih terstruktur dalam membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan ibadah.
Selain membahas tabungan haji, sosialisasi juga menyinggung layanan tabungan emas sebagai instrumen penyimpanan nilai yang relatif stabil dan dapat dimanfaatkan untuk tujuan keuangan jangka panjang, termasuk persiapan biaya ibadah.
Kegiatan ini diikuti perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, serta perwakilan instansi vertikal di lingkungan Kabupaten PPU. Pemerintah Kabupaten PPU berharap informasi yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada masyarakat luas sehingga semakin banyak warga memahami pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini melalui pengelolaan keuangan yang tepat. []
Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan