Tiga sumur bor dibangun di Petuk Katimpun untuk memperkuat pasokan air dan mempercepat penyekatan kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas.
PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memperkuat upaya penyekatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas di Kelurahan Petuk Katimpun dengan membangun tiga sumur bor sebagai sumber air bagi petugas pemadam dan relawan, Senin (24/08/2026).
Pembangunan sumur bor dipilih untuk mempercepat penanganan titik api sekaligus mengatasi kebutuhan pasokan air di kawasan terdampak. Tiga titik tersebut ditempatkan di kawasan Rukun Tetangga (RT) 002 serta Jalan AMD, termasuk area yang dinilai perlu segera disekat agar kebakaran tidak merambat lebih luas.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi memantau langsung proses pembuatan sumur bor di Petuk Katimpun.
Tiga sumur bor tersebut merupakan bantuan dari Komando Daerah Militer (Kodam) XXII/Tambun Bungai. Keberadaan sumber air baru itu diharapkan memperpendek jarak pengambilan air dan mempercepat proses pemadaman di lapangan.
“Sementara itu satu titik sumur di RT 002, dua titik sumur bor lainnya kita buat di Jalan AMD, tepatnya di tengah dan ujung dekat Jalan Raflesia. Di lokasi ini kebakaran lahan terus meluas sehingga harus dilakukan penyekatan,” sebutnya, sebagaimana diberitakan Media Center Palangka Raya, Senin, (24/08/2026).
Menurut Budi, perluasan kebakaran menjadi alasan penyekatan dilakukan dengan memperkuat ketersediaan sumber air di sekitar lokasi. Sumur bor dinilai dapat dibuat relatif cepat dan memberikan akses air yang lebih dekat bagi personel pemadam kebakaran maupun relawan.
Budi menegaskan keberadaan tiga sumur bor akan membantu petugas memperoleh pasokan air yang cukup selama proses pemadaman. Dengan sumber air yang tersedia langsung di sekitar kawasan terbakar, personel diharapkan dapat bekerja lebih efektif dalam mencegah penjalaran api.
Pemko Palangka Raya bersama BPBD, Kodam XXII/Tambun Bungai, petugas pemadam kebakaran, serta relawan terus melakukan penanganan di Petuk Katimpun. Pembangunan sumur bor diharapkan tidak hanya mempercepat pemadaman, tetapi juga memperkuat strategi penyekatan agar karhutla yang masih meluas dapat dikendalikan dan tidak menjangkau kawasan yang lebih luas. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan