Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan untuk 1.006 Guru Ngaji Tradisional

PONTIANAK – Kebahagiaan terpancar dari wajah Satuki, seorang guru ngaji tradisional yang kini telah berusia 80 tahun. Pria yang telah puluhan tahun mengabdikan dirinya mengajarkan Alquran kepada anak-anak itu mengaku bersyukur setelah menerima bantuan biaya operasional dari Pemerintah Kota Pontianak.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono kepada para guru ngaji tradisional dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Kamis (12/03/2026).

Satuki mengaku bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap para pengajar Alquran yang selama ini berperan besar dalam pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

Ia pun menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan pemerintah daerah kepada para guru ngaji di Kota Pontianak. “Kami merasa sangat bersyukur karena pemerintah memberikan perhatian kepada guru-guru ngaji tradisional,” ujarnya usai menerima bantuan.

Satuki sendiri bukan sosok baru dalam dunia pendidikan keagamaan di lingkungannya. Ia telah mengabdikan diri sebagai guru ngaji sejak tahun 1980.

Selama lebih dari empat dekade, ia mengajarkan Alquran kepada anak-anak di kawasan Pontianak Timur.

Awalnya, kegiatan mengaji dilakukan di rumahnya. Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah murid, kegiatan tersebut kemudian dipindahkan ke sebuah surau kecil di Gang Haji Ashari.

Saat ini sekitar 60 anak mengikuti kegiatan belajar mengaji yang ia bimbing. “Sejak awal saya mengajar anak-anak di lingkungan tempat tinggal saya sendiri. Awalnya di rumah, lalu kemudian dibuat surau kecil agar anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman,” tuturnya.

Satuki berharap perhatian pemerintah kepada para guru ngaji tradisional dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Menurutnya, peran guru ngaji sangat penting dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan agama, terutama kemampuan membaca Alquran. “Harapan kami tentu program seperti ini bisa terus berlanjut karena peran guru ngaji sangat penting dalam membimbing anak-anak memahami Alquran,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi kepada para guru ngaji tradisional yang selama ini telah berkontribusi besar dalam membangun pendidikan keagamaan di Kota Pontianak.

Ia mengatakan pemerintah kota terus berupaya memberikan dukungan bagi para pengajar Alquran yang telah membantu masyarakat memahami ajaran agama.

Menurut Edi, pada tahun ini terdapat 1.006 guru ngaji tradisional yang menerima bantuan biaya operasional sebesar Rp2,8 juta per orang. “Bantuan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para guru ngaji untuk terus membimbing masyarakat, khususnya anak-anak, agar mampu membaca Alquran dengan baik,” ujar Edi.

Ia juga menilai keberadaan guru ngaji tradisional memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Tidak hanya mengajarkan cara membaca Alquran, para guru ngaji juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak dan tata cara beribadah dalam kehidupan sehari-hari. “Peran guru ngaji sangat besar dalam membangun keimanan generasi muda, terutama di tengah berbagai tantangan yang muncul di era digital saat ini,” katanya.

Edi berharap para guru ngaji di Pontianak tetap semangat menjalankan peran mereka dalam mendidik masyarakat.

Ia juga berharap generasi muda di Kota Pontianak dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki akhlak baik melalui pembelajaran Alquran. “Kami berharap anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang memiliki akhlakul karimah dan budi pekerti yang baik,” pungkasnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com