Polisi menemukan tujuh bagian tubuh manusia di dua titik lokasi berbeda, sementara identitas korban masih dalam proses identifikasi.
SAMARINDA — Warga di Jalan Gunung Pelanduk, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Sungai Pinang, digegerkan dengan penemuan potongan tubuh manusia yang diduga korban mutilasi pada Sabtu (21/03/2026) siang. Hingga kini, identitas korban masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Ketua Rukun Tetangga (RT) 13 Jalan Gunung Pelanduk, Aang Nawasari, menjelaskan bahwa informasi awal berasal dari anak-anak yang menemukan potongan tubuh, kemudian dilaporkan kepada warga sekitar sebelum diteruskan kepadanya.
“Informasi yang saya dapat pertama yaitu tadi ada warga ke rumah, nah terus sebelumnya memang ada anak-anak,” jelas Aang kepada Berita Borneo saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menyebutkan, potongan tubuh yang pertama kali ditemukan berupa jari, lengan, dan paha. “Bagian jari, lengan, sama paha,” tambahnya.
Menurutnya, lokasi penemuan merupakan kawasan yang jarang dilalui warga karena berada di area perkampungan tertutup dengan akses terbatas. “Lokasi ini memang jarang dilintasi, lokasi ini memang kampung buntu, jadi di dalam cuma ada satu kampung,” katanya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Aang segera membatasi akses warga agar tidak mendekati lokasi dan langsung menghubungi pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas.
“Melarang warga untuk terlalu dekat, akses, terus saya langsung mengabari pihak Polsek melalui bhabinkamtibmas,” paparnya.
Sementara itu, Perwira Pengawas (Pawas) Satuan Samapta (Sat Samapta) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda, Ipda Mat Bahri, mengungkapkan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan adanya dua titik penemuan dalam satu wilayah RT. “Jadi saat di lokasi itu terbagi dua titik, tapi dalam satu RT,” katanya.
Ia menambahkan, jarak antara kedua titik penemuan berkisar antara 70 hingga 100 meter, sehingga membutuhkan penanganan khusus dalam proses evakuasi dan penyelidikan. “Jaraknya kurang lebih sekitar 70 sampai 100 meter,” ucapnya.
Petugas menemukan sejumlah bagian tubuh korban yang terpisah di lokasi kejadian. Jumlah potongan diperkirakan lebih dari lima bagian.
“Kalau untuk potongan itu kurang lebih ada lima, ada lima kurang lebih lima ya Pak dari kepala kaki, dua kaki, tangan dua, paha, dan badan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, bagian tubuh yang ditemukan mencapai tujuh potongan, termasuk kepala dalam kondisi utuh. Namun, hingga saat ini jenis kelamin dan identitas korban belum dapat dipastikan karena masih dalam proses identifikasi oleh tim forensik.
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban dan dua karung yang diduga digunakan untuk membungkus jenazah. “Itu berupa pakaian korban, dua karung, itu yang membungkus jenazah,” ucapnya.
Hingga saat ini, senjata tajam yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut belum ditemukan. Polisi masih terus melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab dan pelaku kejadian.
Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian secara pasti. []
Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan