Senator Richard Blumenthal meminta Angkatan Laut AS menjelaskan kondisi USS Abraham Lincoln setelah muncul laporan mengenai kebutuhan dasar, fasilitas kapal, keselamatan, dan kesehatan mental awak selama pengerahan lebih dari 250 hari.
WASHINGTON DC – Kondisi awak dan fasilitas kapal induk USS Abraham Lincoln menjadi perhatian anggota Kongres Amerika Serikat (AS) setelah muncul laporan mengenai kekurangan kebutuhan dasar, persoalan air dan pipa, hingga memburuknya kesehatan mental selama masa pengerahan yang berlangsung lebih dari 250 hari.
Desakan penyelidikan disampaikan Senator Richard Blumenthal melalui surat kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Rabu (12/08/2026). Blumenthal meminta Angkatan Laut AS memberikan penjelasan mengenai kondisi yang dihadapi personel selama kapal menjalankan penugasan dalam periode yang disebut memecahkan rekor.
Blumenthal menyoroti lamanya USS Abraham Lincoln berada dalam operasi. Kapal tersebut dilaporkan telah menjalani penugasan lebih dari 250 hari dan berada di laut selama lebih dari 200 hari tanpa jeda berlabuh dalam periode tersebut.
Dalam suratnya, Blumenthal menyatakan kapal tersebut “telah ditugaskan lebih dari 250 hari tanpa berlabuh selama lebih dari 200 hari, memecahkan rekor hari berturut-turut di laut.”
Perhatian senator tersebut tidak hanya tertuju pada durasi pengerahan, tetapi juga kondisi kehidupan para personel di dalam kapal. Sejumlah laporan yang diterimanya menggambarkan persoalan yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan dan keselamatan awak.
Blumenthal menyuarakan keprihatinannya atas penugasan yang berkepanjangan tersebut. Dia menyoroti adanya “laporan luas tentang kekurangan pasokan kebutuhan dasar, kontaminasi air, masalah pipa, memburuknya kesehatan mental, masalah keselamatan dek dan masalah lain di atas Lincoln.”
Permintaan penyelidikan tersebut muncul ketika USS Abraham Lincoln dikerahkan dalam operasi militer AS terkait perang melawan Iran. Lamanya kapal berada di laut membuat persoalan pemenuhan kebutuhan dasar, pemeliharaan fasilitas, serta kondisi psikologis awak menjadi perhatian di tengah berlangsungnya tugas operasional.
Surat Blumenthal ditujukan kepada Hegseth sebagai bentuk permintaan agar pemerintah memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi di dalam kapal sekaligus memastikan kebutuhan dan keselamatan personel tetap terpenuhi selama pengerahan.
Sorotan dari Kongres tersebut menambah tekanan terhadap Angkatan Laut AS untuk menjelaskan bagaimana kapal induk yang menjalani masa pengerahan panjang mempertahankan kesiapan operasional sekaligus menjaga kesejahteraan ribuan personelnya. Penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi USS Abraham Lincoln dan langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi berbagai persoalan yang dilaporkan. Informasi tersebut sebagaimana dilansir AFP, Kamis (13/08/2026). []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan