Gambar Ilustrasi

Pengeroyokan Berdarah di Banjarmasin, Motif Asmara Terkuak

Pengeroyokan yang menewaskan seorang pemuda di Banjarmasin pada 13 Maret 2026 dipicu konflik asmara dan ancaman terhadap istri pelaku.

BANJARMASIN – Kepolisian Sektor (Polsek) Banjarmasin Tengah mengungkap motif pembunuhan terhadap seorang pemuda bernama Syahrul (23) yang ditemukan tewas di kawasan Sungai Veteran, Kota Banjarmasin, setelah menjadi korban pengeroyokan bersenjata tajam pada Jumat (13/03/2026) sekitar pukul 01.30 Wita.

Kasus ini mencuat setelah warga melaporkan temuan jasad korban di perairan Sungai Veteran. Dari hasil penyelidikan, peristiwa tersebut dipicu persoalan asmara yang melibatkan korban, seorang perempuan bernama Yuliani, serta pelaku berinisial M Noor Fuad (36) dan M Faisal (31).

Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Banjarmasin Tengah Rayhan Fakhri Primavinsyah menjelaskan bahwa konflik bermula dari hubungan masa lalu korban dengan Yuliani sebelum perempuan tersebut menikah secara siri dengan pelaku.

“Sebelum menikah dengan Fuad secara siri, Yuliani diketahui pernah menjalin hubungan dengan korban. Apakah hanya berpacaran atau pernah menikah siri masih kami dalami,” ujar Rayhan, sebagaimana diberitakan media ini, Senin, (16/03/2026).

Menurutnya, korban diduga sempat menghubungi Yuliani dan menyampaikan ancaman yang memicu emosi pelaku hingga berujung pada aksi kekerasan. “Fuad sendiri diketahui baru dua hari menikahi Yuliani secara siri sebelum kejadian,” tambahnya.

Dalam kejadian tersebut, korban diduga dikeroyok menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh. Polisi menemukan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis celurit di sekitar lokasi kejadian.

Setelah kejadian, korban ditemukan dalam kondisi mengenakan helm dan berada di dalam sungai. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Hasil visum awal menunjukkan korban mengalami luka bacok di betis kanan, luka iris di paha kanan, luka lecet di bahu kiri, serta luka tusuk di bagian punggung kanan dan kiri. “Penyebab kematian akibat kekerasan benda tajam yang menyebabkan pendarahan,” jelas Rayhan.

Pengungkapan kasus ini menegaskan bahwa konflik personal yang tidak terselesaikan dapat berujung pada tindak kekerasan fatal. Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna melengkapi proses hukum terhadap para pelaku. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com