Pengeroyokan yang terjadi pada 16 Maret 2026 di Banjarmasin Timur menewaskan seorang pria setelah diserang secara brutal oleh sekelompok pelaku.
BANJARMASIN – Aksi pengeroyokan brutal yang terjadi di Gang Seroja, RT 17, Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur, pada Senin (16/03/2026) sekitar pukul 23.00 Wita, mengakibatkan seorang pria bernama Gafur meninggal dunia setelah mengalami luka parah akibat serangan senjata tajam dan benda tumpul.
Peristiwa tersebut terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar Langgar Nurushshalihin yang memperlihatkan korban dikejar dan diserang oleh sejumlah pelaku. Dalam rekaman itu, pelaku pertama terlihat membawa senjata tajam jenis parang dan langsung menyerang korban tanpa peringatan.
Korban sempat mencoba bertahan, namun akhirnya terjatuh akibat luka serius yang dideritanya. Situasi semakin memburuk ketika beberapa orang yang diduga rekan pelaku datang dan ikut melakukan pengeroyokan.
Relawan pemadam kebakaran yang pertama kali tiba di lokasi masih mendapati korban dalam kondisi hidup meski mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh. “Pertama kami datang korban masih hidup, bahkan sempat terdengar beristigfar beberapa kali. Saya lihat lukanya di kepala, lengan, badan dan paha. Yang paling parah di paha, sampai terlihat tulangnya,” ungkap Arif (21), relawan Damkar Pekapuran Raya, sebagaimana diberitakan media ini, Senin, (16/03/2026).
Korban kemudian dievakuasi oleh relawan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin. Namun dalam perjalanan, korban diduga meninggal dunia akibat luka yang terlalu parah.
“Masih hidup saat relawan mengevakuasi,” tambah Arif.
Ketua Rukun Tetangga (RT) 17 Syarfani (47) menjelaskan bahwa berdasarkan rekaman CCTV, pelaku utama terlihat beberapa kali mengayunkan parang ke arah tubuh korban hingga tidak berdaya. “Setelah korban tumbang sempat mau ditolong kawannya, tapi mereka tidak berani karena dikejar rekan pelaku. Ada yang membawa balok dan ada juga senjata tajam,” ujarnya.
Ia juga menyebut jumlah pelaku yang berada di lokasi diperkirakan mencapai sekitar 11 orang. Para pelaku kemudian melarikan diri melalui gang sempit yang terhubung ke kawasan lain di sekitar lokasi kejadian.
Menurut Syarfani, korban dikenal sebagai warga setempat yang kerap beraktivitas di lingkungan sekitar.
Sementara itu, aparat dari Kepolisian Sektor (Polsek) Banjarmasin Timur bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.
Rekaman CCTV telah diamankan sebagai barang bukti, dan sejumlah orang telah dimintai keterangan guna mengungkap identitas serta peran para pelaku dalam insiden tersebut.
Kasus ini kini dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk memastikan seluruh pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan