Pentagon Selidiki Dugaan Kesalahan Target Serangan Militer di Iran

WASHINGTON – Sebuah laporan investigasi internal yang dilakukan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengungkap kemungkinan terjadinya kesalahan serius dalam operasi militer yang dilancarkan Washington terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Serangan tersebut diduga salah sasaran dan menghantam sebuah sekolah dasar khusus perempuan di kota Minab, Iran, yang menyebabkan lebih dari 170 siswi dilaporkan meninggal dunia.

Informasi tersebut muncul dari hasil penyelidikan awal yang masih berlangsung di lingkungan militer Amerika Serikat. Laporan itu mengindikasikan bahwa pasukan AS kemungkinan menggunakan data intelijen yang sudah tidak mutakhir saat menentukan target serangan.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui jalannya investigasi, data penargetan yang digunakan dalam operasi militer tersebut diduga berasal dari informasi lama yang belum diperbarui. Hal itu memunculkan dugaan bahwa koordinat sasaran yang digunakan dalam peluncuran rudal tidak lagi mencerminkan kondisi terbaru di lapangan.

“Sejumlah pejabat militer yang terlibat dalam operasi itu diduga menggunakan informasi intelijen yang sudah usang ketika menentukan target serangan,” ungkap seorang sumber yang mengetahui proses investigasi tersebut, Rabu (11/03/2026).

Sumber lain yang juga mengetahui laporan internal Pentagon menguatkan dugaan tersebut. Ia menyebut bahwa data lama tetap digunakan dalam proses penentuan target, meskipun kemungkinan sudah tidak relevan dengan situasi di lokasi.

Serangan yang terjadi pada 28 Februari lalu disebut menggunakan rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan oleh militer Amerika Serikat. Rudal tersebut kemudian menghantam area di Minab, sebuah kota yang berada di wilayah selatan Iran.

Berdasarkan arsip yang pernah dipublikasikan di situs resmi sekolah tersebut, bangunan sekolah putri itu diketahui berada tidak jauh dari kompleks milik Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC). IRGC merupakan pasukan elite Iran yang berada langsung di bawah otoritas pemimpin tertinggi negara tersebut.

Kedekatan lokasi sekolah dengan fasilitas militer Iran diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan identifikasi sasaran. Namun hingga saat ini, Pentagon belum memberikan penjelasan resmi mengenai bagaimana proses penargetan dilakukan dalam operasi tersebut.

Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat hanya memberikan pernyataan singkat mengenai perkembangan investigasi yang sedang berjalan.

“Insiden ini masih dalam tahap penyelidikan internal,” demikian pernyataan singkat yang disampaikan pihak Pentagon.

Hingga kini, otoritas militer Amerika Serikat belum merinci siapa saja pihak yang bertanggung jawab dalam perencanaan operasi tersebut maupun langkah yang akan diambil setelah hasil investigasi selesai.

Kasus ini menambah daftar kontroversi terkait operasi militer di kawasan Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan risiko korban sipil dalam konflik bersenjata. Jika temuan investigasi tersebut terbukti benar, peristiwa ini berpotensi memicu kecaman internasional terhadap kebijakan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Selain itu, tragedi yang menewaskan ratusan anak sekolah itu juga diperkirakan dapat memperburuk ketegangan geopolitik antara Washington dan Teheran yang sebelumnya sudah memanas akibat serangkaian serangan militer dalam beberapa pekan terakhir. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com