KOTAWARINGIN TIMUR – Situasi keamanan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, belakangan menjadi sorotan warga. Dalam beberapa hari terakhir, laporan terkait aksi pencurian dan percobaan pembobolan bangunan usaha meningkat dan ramai diperbincangkan di media sosial. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama karena sebagian besar kejadian berlangsung pada malam hingga menjelang subuh.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan Ramadhan, warga Sampit, yang mengaku resah dengan maraknya informasi tindak kriminal. “Dalam beberapa hari terakhir, linimasa media sosial saya hampir selalu dipenuhi kabar pencurian,” ujarnya, Kamis (26/02/2026). Menurutnya, situasi ini membuat warga semakin waspada, terutama bagi mereka yang memiliki usaha kecil di kawasan permukiman.
Peristiwa terbaru terjadi di sebuah gerai BRILink Trikarya yang berlokasi di Jalan Cristopel Mihing pada Rabu 25 Februari 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga beraksi seorang diri dengan memanfaatkan kondisi lingkungan yang relatif sepi. Ia diduga masuk melalui pintu belakang setelah merusak kunci menggunakan alat tajam.
Aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di dalam ruangan. Dari rekaman terlihat seseorang mengenakan pakaian gelap serta penutup wajah untuk menyamarkan identitas. Meski sempat mengacak-acak isi ruangan, pelaku tidak berhasil membawa barang berharga maupun uang tunai.
Pemilik gerai menyatakan tidak ada kerugian materiil dalam kejadian itu. “Tidak ada uang ataupun barang yang hilang. Secara materi kami tidak dirugikan, tetapi tentu saja tetap merasa khawatir,” katanya.
Walaupun kerugian nihil, kejadian ini menambah daftar percobaan tindak kriminal yang terjadi dalam waktu berdekatan. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengamanan lingkungan, khususnya pada jam-jam rawan.
Sejumlah warga berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli rutin, terutama di kawasan yang minim penerangan dan relatif sepi pada malam hari. Di sisi lain, masyarakat juga diminta tidak sepenuhnya bergantung pada aparat. Upaya pengamanan mandiri seperti pemasangan kunci ganda, penerangan tambahan, serta optimalisasi CCTV dinilai menjadi langkah preventif yang penting.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif warga. Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan potensi tindak kriminal dapat ditekan dan rasa aman masyarakat kembali terjaga. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan