MELAWI — Warga Dusun Beringin, Desa Ulak Muid, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kabupaten Melawi, digemparkan dengan kabar meninggalnya seorang pria bernama Palah (56) yang ditemukan tidak bernyawa di Sungai Keluas pada Minggu (15/03/2026) pagi. Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah pergi seorang diri menuju ladang pada hari sebelumnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Palah terakhir terlihat meninggalkan rumahnya pada Sabtu (14/03/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu ia berangkat menuju ladang sambil membawa keranjang serta parang yang biasa digunakan untuk bekerja.
Namun, sekitar pukul 08.00 WIB, seorang warga bernama Sudiono menemukan keranjang dan parang milik korban berada di tepi Sungai Keluas. Temuan tersebut menimbulkan kecurigaan karena barang-barang tersebut diduga milik Palah yang dikenal sering melintas di kawasan tersebut.
Hingga siang hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Kekhawatiran keluarga pun memuncak ketika waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB dan Palah belum juga terlihat.
Istri korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat Desa Ulak Muid sekitar pukul 15.00 WIB. Laporan itu segera ditindaklanjuti dengan upaya pencarian oleh warga bersama aparat desa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Melawi, Rahmat Mauludin, menjelaskan bahwa pencarian langsung dilakukan setelah laporan diterima.
“Begitu ada laporan dari keluarga korban, masyarakat bersama aparat desa langsung menyisir lokasi sekitar sungai dan ladang. Pencarian berlangsung hingga malam hari, tetapi korban belum ditemukan,” kata Rahmat.
Tim kemudian melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Polsek Tanah Pinoh, pemerintah kecamatan, serta Basarnas, untuk membantu proses pencarian dan penanganan lebih lanjut.
Upaya pencarian dilanjutkan keesokan harinya. Sekitar pukul 09.50 WIB pada Minggu (15/03/2026), warga akhirnya menemukan tubuh korban di aliran Sungai Keluas.
Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal ditemukannya barang-barang miliknya, dengan jarak sekitar lima meter dari titik yang diduga sebagai lokasi korban jatuh ke sungai. Saat ditemukan, Palah sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Rahmat menyebutkan bahwa medan lokasi yang cukup jauh dari pusat kota menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan kejadian tersebut.
“Lokasi kejadian cukup jauh dari ibu kota kabupaten, sehingga koordinasi dan penanganan membutuhkan waktu lebih lama,” ujarnya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh warga bersama aparat setempat dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Rahmat juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama jika berada seorang diri.
“Kejadian ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati ketika bekerja atau beraktivitas di sekitar sungai,” pungkasnya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan