Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman Hingga Idulfitri 1447 H

BALIKPAPAN — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah Kalimantan, khususnya saat meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang hari raya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Eddie Mangun, mengatakan pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri untuk memastikan seluruh proses distribusi energi berjalan optimal. Satgas tersebut mulai bertugas sejak 9 Maret hingga 1 April 2026.

“Satgas ini dibentuk untuk melakukan monitoring terhadap ketersediaan stok semua produk, baik BBM maupun LPG,” kata Eddie usai kegiatan buka puasa bersama media di Restoran Pandang Laut, Balikpapan, Jumat (13/03/2026).

Menurut Eddie, pembentukan Satgas tersebut merupakan langkah strategis yang dilakukan Pertamina setiap tahun untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi selama periode Ramadan dan Idulfitri. Pada masa tersebut, mobilitas masyarakat biasanya meningkat signifikan, baik untuk aktivitas ibadah, perjalanan mudik, maupun kegiatan ekonomi lainnya.

Selain memastikan ketersediaan stok energi, Satgas juga bertugas menjamin keandalan seluruh infrastruktur distribusi energi. Infrastruktur yang dimaksud meliputi depot penyimpanan BBM, jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), hingga sarana transportasi distribusi seperti mobil tangki, kapal tanker, dan pesawat.

Pertamina bahkan menyiapkan berbagai skema distribusi alternatif untuk menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki akses terbatas, termasuk memanfaatkan transportasi udara guna memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat di daerah terpencil.

Menurut Eddie, kondisi ketahanan stok BBM di wilayah Kalimantan saat ini masih berada dalam kondisi aman dan stabil.

“Terkait ketahanan stok saat ini kami sampaikan bahwa kondisi di depot maupun penyaluran ke SPBU tidak ada masalah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa selama periode Ramadan hingga Idulfitri, konsumsi BBM di wilayah Kalimantan diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 2 hingga 3 persen dibandingkan kondisi normal. Kenaikan tersebut umumnya dipicu oleh meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat, termasuk arus mudik dan kunjungan antarwilayah.

Meski demikian, Pertamina memastikan bahwa peningkatan konsumsi tersebut telah diperhitungkan dalam perencanaan distribusi sehingga tidak akan mengganggu ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat.

Untuk itu, Eddie mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. “Masyarakat tidak perlu panic buying atau datang ke SPBU secara berbondong-bondong, karena distribusi BBM ke SPBU tetap berjalan normal,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan BBM secara sembarangan di lingkungan rumah tangga. Penyimpanan BBM di luar fasilitas resmi dinilai memiliki risiko keselamatan yang cukup tinggi, terutama jika menggunakan wadah yang tidak sesuai standar.

“Jangan menyimpan BBM di rumah menggunakan jeriken atau wadah lain karena sangat berbahaya,” ujarnya.

Menurutnya, tempat penyimpanan BBM yang paling aman adalah tangki penyimpanan resmi seperti yang terdapat di depot Pertamina, tangki SPBU, maupun tangki kendaraan yang memang dirancang khusus untuk menampung bahan bakar.

Selain memastikan kelancaran distribusi energi, Pertamina juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin melaporkan kendala terkait distribusi BBM dan LPG. Layanan tersebut dapat diakses melalui nomor layanan pelanggan Pertamina 135 yang beroperasi selama 24 jam.

Sebagai bagian dari pelayanan kepada konsumen, selama masa operasional Satgas Ramadan dan Idulfitri, Pertamina juga menghadirkan berbagai program promo bagi pengguna produk energi Pertamina. Promo tersebut dapat diakses melalui aplikasi MyPertamina yang saat ini telah digunakan secara luas oleh masyarakat.

Di sisi lain, Pertamina juga mulai mempersiapkan langkah antisipatif terkait meningkatnya mobilitas kendaraan di kawasan sekitar proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu langkah yang disiapkan adalah kemungkinan penyediaan layanan pengisian BBM modular di jalur tol tertentu menuju kawasan IKN.

Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan pengguna jalan tetap mendapatkan akses pengisian BBM secara mudah dan cepat, terutama pada jalur yang belum sepenuhnya dilengkapi fasilitas SPBU permanen.

Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pertamina berharap kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi secara optimal tanpa menimbulkan gangguan distribusi di lapangan. []

Penulis: Irwanto Sianturi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com