Pesta Terakhir di Bar Ski Swiss, Manajer Diseret Hukum

BERN — Pesta pergantian Tahun Baru yang seharusnya berlangsung meriah berubah menjadi tragedi mematikan di sebuah resor ski ternama Swiss. Otoritas setempat kini membuka penyelidikan kriminal terhadap pengelola sebuah bar di Crans-Montana setelah kebakaran hebat menewaskan puluhan orang pada Kamis dini hari 01 januari.

Insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat di Bar Le Constellation, saat tempat hiburan malam itu dipenuhi pengunjung muda yang tengah merayakan datangnya Tahun Baru. Api dengan cepat melahap bagian dalam bangunan dan memicu kepanikan massal.

Berdasarkan data korban terbaru, sedikitnya 40 orang meninggal dunia, sementara 119 lainnya mengalami luka-luka, dengan sebagian besar korban berada dalam kondisi serius. Tragedi ini menjadi salah satu kebakaran bar paling mematikan di Swiss dalam beberapa dekade terakhir.

Aparat penegak hukum di kanton Wallis mengonfirmasi bahwa penyelidikan pidana telah dibuka terhadap dua manajer bar, pasangan warga negara Prancis, Jacques dan Jessica Moretti, yang juga diketahui sebagai pemilik Bar Le Constellation. Keduanya didakwa atas dugaan pembunuhan karena kelalaian, menyebabkan cedera tubuh akibat kelalaian, serta pembakaran akibat kelalaian.

Meski demikian, pihak kepolisian dan kejaksaan menegaskan bahwa asas praduga tak bersalah tetap berlaku hingga proses hukum berakhir dan pengadilan menjatuhkan putusan final.

Tragedi ini langsung memicu sorotan luas terhadap penerapan standar keselamatan di lokasi hiburan malam, terutama di kawasan wisata elite. Berdasarkan informasi resmi, bar tersebut memiliki kapasitas sekitar 300 orang, ditambah sekitar 40 orang di area teras. Namun, kepatuhan terhadap standar keselamatan kini menjadi fokus utama penyelidikan.

Jacques Moretti sebelumnya menyampaikan bahwa seluruh ketentuan keselamatan telah diterapkan di tempat usahanya. Namun, kepala kejaksaan wilayah Wallis menegaskan bahwa klaim tersebut masih harus diverifikasi secara menyeluruh melalui proses penyelidikan.

Penyidik menduga kebakaran dipicu oleh penggunaan kembang api atau lilin Bengal yang dipasang pada botol sampanye dan diangkat terlalu dekat dengan langit-langit. Struktur langit-langit yang rendah, terbuat dari kayu, serta dilapisi busa peredam suara, diduga mempercepat penyebaran api ke seluruh ruangan.

Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan api dengan cepat menjalar di bagian atas ruangan, sementara sebagian pengunjung masih menari dan belum menyadari bahaya besar yang mengancam keselamatan mereka.

Kesaksian beberapa orang yang berada di lokasi menyebutkan bahwa ruang bawah tanah tempat pesta berlangsung hanya terhubung ke lantai dasar melalui satu tangga sempit. Kondisi tersebut diduga memperparah situasi saat kepanikan terjadi dan para pengunjung berusaha menyelamatkan diri.

Hingga Sabtu (03/01/2025), penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menelusuri ada atau tidaknya kelalaian fatal dalam pengelolaan tempat hiburan tersebut. Publik Swiss dan komunitas internasional kini menanti hasil investigasi atas tragedi yang mengubah pesta Tahun Baru menjadi malam penuh duka. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com