NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan bergerak untuk menstabilkan harga rumput laut sekaligus meningkatkan kualitas produk lokal yang dipasarkan ke luar daerah. Salah satu upaya strategisnya, Pemkab kembali mengaktifkan Sistem Resi Gudang (SRG) di Mansapa untuk menampung hasil panen para petani.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Nunukan, Mukhtar, menjelaskan, SRG akan menjadi jaminan bahwa seluruh produk yang masuk memenuhi standar kualitas dan siap dijual melalui mitra perusahaan.
“Dengan SRG, petani bisa menitipkan hasil panennya. Pengelola yang akan menjual ke mitra, tapi sebelum itu barang dicek dulu, mulai dari tingkat kekeringan hingga kotoran. Jadi kualitasnya terjaga, harga pun stabil,” kata Mukhtar, Rabu (07/01/2026).
Menurut Mukhtar, selama ini kualitas rumput laut asal Nunukan sangat bervariasi. Beberapa produk memiliki kadar kekeringan lebih dari 38 persen, sehingga banyak ditolak pabrik pengolahan dan harga menjadi tidak stabil.
“Masalah utama kita adalah kualitas yang tidak standar. Banyak produk ditolak pabrik karena tidak sesuai, makanya SRG menjadi solusi. Setiap keluar dari gudang, barang sudah bersertifikat dan dijamin sesuai standar,” ujarnya.
Dengan penerapan SRG, Mukhtar menilai petani akan lebih semangat memproduksi karena hasil panen mereka dijamin terserap pasar dengan harga wajar. Selain itu, sistem ini berpotensi menambah daya saing rumput laut Nunukan di pasar regional maupun internasional.
Komoditas rumput laut memang menjadi penggerak ekonomi masyarakat Nunukan. Produksi bulanan tercatat mencapai sekitar 5.000 ton kering, sehingga stabilitas harga dan kualitas menjadi hal krusial bagi kesejahteraan petani.
“Ini bukan sekadar soal harga, tapi juga tentang reputasi produk dan keberlanjutan usaha para petani. Dengan SRG, kami berharap kualitas rumput laut Nunukan bisa diakui dan diterima secara luas,” tutup Mukhtar. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan