PKK Nunukan Luncurkan Program ‘Senyum PKK’ untuk Warga Terdampak

NUNUKAN – Senyum dan haru mewarnai Pulau Nunukan, Senin (02/03/2026), saat Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan membagikan santunan kepada lansia dan dhuafa. Kegiatan ini sekaligus menandai peluncuran program perdana “Senyum PKK” (Solidaritas Empati Nyata untuk yang Membutuhkan), inisiatif terbaru PKK Nunukan untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu.

Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan, menegaskan bahwa perhatian khusus diberikan kepada lansia dan dhuafa karena kondisi ekonomi dan fisik mereka seringkali terbatas.

“Kami ingin memastikan mereka yang membutuhkan tidak merasa sendirian. Memberikan santunan ini juga bagian dari memuliakan orang tua dan sesama warga,” ujarnya sambil menyerahkan paket bantuan kepada warga, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Program perdana ini menyalurkan bantuan secara simbolis di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan. Nantinya, distribusi akan menjangkau seluruh 21 kecamatan melalui kepengurusan tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan.

“Jumlah total paket yang akan kami bagikan sebanyak 367 paket sembako, masing-masing berisi beras lima kilogram, gula, dan minyak goreng,” tambahnya.

Pelaksanaan kegiatan bertepatan dengan bulan Ramadan diharapkan dapat membantu kebutuhan pokok masyarakat selama bulan suci. Andi Annisa juga menegaskan program ini akan dievaluasi berdasarkan dampak yang dirasakan warga, dengan target penerima berbeda di masa mendatang.

Selama kegiatan, jajaran TP PKK menemukan sejumlah lansia dengan kondisi memprihatinkan, termasuk yang hidup sendiri dan memiliki keterbatasan fisik akibat penyakit. Hal ini semakin menguatkan tekad PKK untuk hadir memberikan perhatian nyata.

Salah satu penerima bantuan, Jaang (69), warga Kelurahan Nunukan Barat, menyatakan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti. Beras, minyak, dan gula bisa cukup beberapa hari ke depan. Semoga kami tetap terdata untuk program bantuan berikutnya,” ujarnya.

Jaang mengaku sebelumnya sudah tercatat sebagai penerima bantuan sosial melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Namun sejak 2025, ia tidak lagi menerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT). Perbedaan satu huruf dalam penulisan nama pada KKS dan KTP diduga menjadi penyebab ketidakcocokan data.

Melalui program “Senyum PKK”, TP PKK Kabupaten Nunukan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lansia dan dhuafa, menegaskan bahwa solidaritas sosial adalah tanggung jawab bersama. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com