BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Mapolda Kaltim, Senin (19/01/2026), sebagai momen refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh personel menjelang tahun tugas baru.
Upacara dipimpin langsung Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, Pejabat Utama, serta ratusan personel Polri dan ASN.
Dalam amanatnya, Kapolda memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran atas dedikasi mereka sepanjang 2025, termasuk keberhasilan mengamankan agenda nasional dan Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Kinerja teman-teman luar biasa. Dari operasi rutin hingga Asta Cita, semua berjalan dengan maksimal. Terima kasih atas kerja kerasnya,” ungkap Endar.
Meski kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kaltim relatif terkendali, Kapolda menyoroti kenaikan angka kriminalitas. Berdasarkan data 2025, gangguan kamtibmas tercatat mencapai 7.908 kasus, naik 4,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara kejahatan konvensional meningkat 3,5 persen.
“Kita tidak bisa menyepelekan data ini. Analisa dan evaluasi harus dilakukan agar tahun ini gangguan kamtibmas bisa ditekan. Penegakan hukum harus seimbang dengan langkah preventif dan preemtif,” tegasnya.
Kapolda juga memuji keberhasilan Polda Kaltim mengungkap sejumlah kasus besar. Beberapa di antaranya adalah pengungkapan pembunuhan berencana, pemberantasan korupsi senilai Rp10,8 miliar, pemberantasan judi online, hingga penyitaan 33 kilogram sabu beserta aset TPPU senilai Rp11,35 miliar.
Mengantisipasi tren kecelakaan lalu lintas 2025 yang meningkat, Kapolda memerintahkan jajaran lantas untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta memaksimalkan sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement). Ia menekankan kehadiran polisi harus terasa manfaatnya bagi masyarakat secara humanis.
Selain itu, Endar mengingatkan seluruh personel untuk bersiap mengamankan situasi menjelang Bulan Suci Ramadan, memahami regulasi KUHP dan KUHAP terbaru, serta menjaga marwah institusi.
“Kepercayaan publik adalah modal utama kita. Bekerja profesional, berintegritas, dan selalu utamakan kepentingan masyarakat,” pungkas Kapolda menutup amanatnya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan