Polresta Samarinda Siagakan 652 Personel Amankan Malam Takbiran

Polresta Samarinda mengerahkan 652 personel gabungan untuk mengamankan malam takbiran dengan fokus pada pusat keramaian dan imbauan tanpa konvoi.

SAMARINDA – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda menyiagakan sekitar 652 personel gabungan untuk mengamankan malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri, Jumat (20/03/2026). Pengamanan difokuskan pada pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan dan ruang publik guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Samarinda, Hendri Umar, mengatakan ratusan personel tersebut terdiri dari unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta instansi terkait lainnya. Seluruh personel disiagakan untuk melakukan pengamanan menyeluruh di sejumlah titik strategis di Samarinda.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Samarinda, Hendri Umar

“Pengamanan malam hari ini kita gunakan kekuatan sebanyak kurang lebih 652 personel, itu dari Polresta Samarinda, kemudian dari TNI baik dari Kodim 0901 dan juga dari Denpom 1 Mulawarman, kemudian juga dari Yon B Satbrimob, ditambah juga dari PFI, dari Senkom, kemudian dari Dishub, dari Damkar, dari kesehatan dan dinas-dinas terkait lainnya, yang terlibat dalam keterkaitan dengan pengamanan malam takbiran ini semuanya kita libatkan,” ujarnya saat ditemui di Polresta Samarinda.

Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah, dengan prioritas pada titik-titik yang memiliki intensitas aktivitas masyarakat tinggi. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian utama antara lain pusat perbelanjaan seperti Big Mall, Samarinda Central Plaza (SCP), dan Samarinda Square, serta ruang publik seperti Taman Samarinda dan kawasan food point (Forpo).

“Rata-rata semuanya masih secara global, terutama pusat-pusat perbelanjaan seperti di Big Mall, di SCP, dan di Samarinda Square, di tiga itu yang menjadi titik kita, kemudian juga beberapa pusat-pusat keramaian masyarakat mungkin di Forpo, kemudian juga di Taman Samarinda, nanti akan kita lakukan kegiatan patroli skala besar di sana,” jelasnya.

Selain pengamanan, Polresta Samarinda juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api dan tidak melakukan konvoi kendaraan selama malam takbiran. Imbauan ini bertujuan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi saat momen hari besar keagamaan.

Langkah tersebut juga merupakan bagian dari upaya preventif mengingat meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri, terutama untuk berbelanja kebutuhan hari raya yang berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah titik.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah mengeluarkan imbauan agar kegiatan takbir keliling dilakukan secara terbatas di lingkungan masing-masing tanpa menggunakan kendaraan.

“Jadi kalau ada itu mungkin di kelurahannya, mungkin kecil lagi di RT/RW masing-masing, dan itu pun juga tidak menggunakan kendaraan, tapi mungkin hanya sekitar 2 sampai 15 menit di sekitar masjid atau di mana itu kita perbolehkan,” jelasnya.

Dengan keterlibatan lintas instansi dalam pengamanan ini, diharapkan pelaksanaan malam takbiran di Samarinda dapat berlangsung aman dan tertib. Masyarakat pun diimbau untuk tetap mematuhi aturan serta menjaga ketertiban demi terciptanya suasana yang kondusif menjelang Hari Raya Idulfitri. []

Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com