Seorang warga Tanjung Redeb mengalami luka serius akibat serangan buaya saat memperbaiki pompa air di tepian Sungai Kelay yang sedang pasang.
BERAU – Aktivitas warga di bantaran Sungai Kelay, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau (Berau), kembali diwarnai ancaman satwa liar setelah seorang pria bernama Rusdi, warga RT 14 Gang Ikhlas, Jalan Karang Mulyo, menjadi korban serangan buaya saat memperbaiki pompa air, Minggu (22/03/2026) pagi.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 Wita ketika korban tengah beraktivitas di tepi sungai yang sedang dalam kondisi pasang. Tanpa diduga, seekor buaya muncul dari permukaan air dan langsung menyerang bagian kaki korban.
Salah satu saksi mata, Indra, mengungkapkan suasana mencekam saat kejadian berlangsung. “Saya yang berada di kamar sempat mendengar teriakan histeris. Begitu saya lihat ke luar, buaya itu sudah menggigit kaki korban dan berusaha menariknya,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Prokal, Minggu, (22/03/2026).
Warga sekitar yang mendengar teriakan korban segera memberikan pertolongan. Respons cepat tersebut berhasil menggagalkan upaya buaya menyeret korban ke tengah sungai.
Akibat serangan itu, Rusdi mengalami luka robek serius pada kaki kiri dan kehilangan banyak darah. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Rivai untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
“Korban langsung ditolong dan tidak sempat ditarik ke sungai, namun luka di kakinya memang cukup serius,” tambahnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Berau Nofian Hidayat membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kondisi air Sungai Kelay yang sedang tinggi menjadi salah satu faktor meningkatnya potensi kemunculan buaya di sekitar permukiman warga.
“Korban atas nama Rusdi mengalami luka robek pada kaki kiri dan saat ini sedang menjalani perawatan medis di RSUD,” jelasnya.
Kabid tersebut juga menegaskan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di wilayah aliran Sungai Kelay. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di tepi sungai pada kondisi pasang maupun surut ekstrem.
“Ini bukan kejadian yang pertama kali. Kami meminta warga sangat berhati-hati karena ancaman predator ini nyata, apalagi di wilayah aliran Sungai Kelay,” pungkasnya. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan