BANJARMASIN – Aksi kekerasan jalanan kembali mencoreng rasa aman warga Kota Banjarmasin. Seorang juru parkir bernama Muhammad Sarbana (30) menjadi korban penikaman brutal di kawasan Jalan Dharma Praja, tepatnya di depan Lapangan Tenis Dharma Praja, Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Rabu 21 Januari 2025 sore.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wita, saat korban tengah menjalankan aktivitasnya mengatur kendaraan di lokasi tersebut. Tanpa diduga, seorang pria mendatangi korban dan meminta sejumlah uang dengan dalih untuk membeli minuman keras. Permintaan itu ditolak korban, hingga memicu adu mulut yang berujung kekerasan.
Situasi yang semula hanya cekcok berubah menjadi perkelahian. Pelaku yang diduga telah tersulut emosi kemudian mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban secara membabi buta. Korban mengalami tiga luka tusuk serius, masing-masing di bagian perut tengah, dada kiri, dan pinggang sebelah kiri.
Akibat luka parah tersebut, korban langsung terkapar bersimbah darah. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu segera memberikan pertolongan dan menghubungi aparat kepolisian. Korban kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Kepanikan sempat terjadi di lokasi kejadian, mengingat insiden berlangsung di ruang publik yang cukup ramai. Warga mengaku resah dengan aksi kekerasan yang kerap terjadi secara tiba-tiba dan membahayakan keselamatan masyarakat.
Tak berselang lama setelah kejadian, aparat Polsek Banjarmasin Timur bergerak cepat melakukan pengejaran. Pelaku berinisial SG (40) berhasil diamankan di kawasan Jalan Dharma Praja, tepatnya di seberang Masjid Ar-Rafah, tidak jauh dari lokasi penikaman.
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Timur, Iptu Hendra Agustina Ginting, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit sehingga belum dapat dimintai keterangan.
“Kondisi korban masih dalam penanganan medis. Untuk sementara, pemeriksaan difokuskan pada pelaku yang sudah kami amankan,” ujarnya, Jumat (23/01/2026).
Menurutnya, pelaku bersikap kooperatif saat diamankan dan kini ditahan di Mapolsek Banjarmasin Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga tengah mendalami motif serta kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi aksi kekerasan tersebut.
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik terkait maraknya aksi premanisme di ruang-ruang publik. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap tindakan mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan demi mencegah kejadian serupa terulang. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan