SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, secara resmi memutuskan mengembalikan mobil dinas mewah hasil pengadaan APBD Perubahan 2025. Keputusan ini muncul setelah heboh di media sosial terkait harga kendaraan yang mencapai Rp 8,49 miliar.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menyatakan, “Keputusan ini adalah wujud respons cepat gubernur terhadap aspirasi masyarakat. Beliau menekankan bahwa kepercayaan publik dan harmoni sosial lebih penting ketimbang fasilitas jabatan.” Pernyataan ini disampaikan Faisal, Senin (02/03/2026).
Mobil dinas yang menjadi sorotan adalah Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e, teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Meski serah terima telah dilakukan pada 20 November 2025, kendaraan itu belum pernah dipakai di Kaltim dan masih berada di Jakarta.
Menurut Faisal, langkah pengembalian kendaraan dilakukan agar anggaran daerah dapat difokuskan untuk program yang lebih mendesak bagi masyarakat. “Kami akan pastikan proses pengembalian ini transparan dan sesuai aturan pengelolaan aset negara. Tidak ada kerugian bagi keuangan daerah,” ujar Faisal.
Pengadaan mobil ini sempat memicu pro-kontra tajam, karena nilainya dianggap fantastis untuk kendaraan operasional kepala daerah. Bahkan, beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama ikut menyuarakan keprihatinannya.
Faisal menambahkan, gubernur lebih memilih menitikberatkan energi pemerintah pada pembangunan dan pelayanan publik, dibanding fasilitas mewah yang menimbulkan kontroversi. Dengan keputusan ini, Pemprov Kaltim berharap kepercayaan publik terhadap tata kelola anggaran daerah kembali menguat.[]
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan