BALIKPAPAN — Target layanan air bersih 100 persen bagi warga Balikpapan terus dikejar oleh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Saat ini, perusahaan menyiapkan Waduk Sungai Wain sebagai sumber air baku baru untuk memperkuat pasokan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan industri.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah dan panjang perusahaan untuk menghadapi tantangan distribusi air di Kota Minyak.
“Alhamdulillah, kami terus berupaya agar seluruh masyarakat Kota Balikpapan bisa segera teraliri air bersih. Salah satu opsi yang sedang kami dorong adalah optimalisasi Waduk Sungai Wain,” kata Yudhi, Rabu (04/03/2026) di gedung PTMB.
Seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri, terutama kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, kebutuhan air bersih di Balikpapan terus meningkat. Saat ini, sekitar 20 persen wilayah kota masih mengalami tekanan air rendah akibat keterbatasan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Yudhi menambahkan, tantangan distribusi sering muncul ketika jaringan baru ditambahkan, sehingga berdampak pada tekanan air di wilayah lain. “Kami ingin pembagian air ini adil untuk seluruh masyarakat. Itu yang menjadi komitmen kami,” jelasnya.
PTMB membuka peluang kerja sama dengan PT Pertamina (Persero), yang saat ini memanfaatkan air Sungai Wain untuk operasional industri. “Kami berdiskusi kemungkinan kerja sama dengan Pertamina. Harapannya, air Sungai Wain bisa diolah bersama. Untuk kebutuhan industri, kami mendorong penggunaan teknologi desalinasi, sehingga air baku dari Sungai Wain bisa lebih difokuskan untuk masyarakat,” ungkap Yudhi.
Teknologi desalinasi, kata Yudhi, tidak akan dibebankan ke masyarakat karena biaya produksinya tinggi. “Teknologi ini lebih tepat digunakan untuk kebutuhan industri besar,” tegasnya.
Untuk memperkuat SPAM, PTMB menyiapkan sejumlah proyek strategis secara bertahap. Jangka menengah (2027–2028) fokus pada optimalisasi Bendungan Teritip dan peningkatan kapasitas instalasi yang ada. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan efektif tahun depan untuk menambah debit layanan ke wilayah yang selama ini mengalami tekanan air rendah. Pengembangan sumber air di Sepaku masih dalam tahap kajian teknis dan studi kelayakan (feasibility study/FS) untuk jangka panjang (2029–2030), termasuk integrasi jaringan distribusi.
PTMB juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui dinas pekerjaan umum terkait pengembangan SPAM regional untuk mendukung kebutuhan Balikpapan dan kawasan penyangga IKN.
Menyadari masih ada wilayah yang belum terlayani optimal, Yudhi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. “Kami memohon maaf kepada masyarakat yang mungkin masih belum terlayani dengan baik. Insya Allah, kami terus berupaya meningkatkan layanan dan pemerataan distribusi air,” katanya.
Dengan komitmen menjaga prinsip keadilan sosial dalam pembagian layanan dan memaksimalkan sumber daya yang ada, PTMB optimistis layanan air bersih di Balikpapan akan semakin merata dan memenuhi kebutuhan masyarakat maupun industri. []
Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan