Pulang Jemput Teman, Pria Bogor Malah Dikeroyok

JAWA BARAT – Aksi kekerasan jalanan terjadi di Jalan Raya Cilebut, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Seorang pria bernama Muhamad Jidan menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pengendara motor hingga terjatuh ke lubang galian proyek utilitas, Minggu (11/01/2026) malam.

Pantauan di lokasi menunjukkan sepeda motor milik korban terperosok ke dalam lubang galian dengan posisi terbalik. Roda motor tampak mengarah ke atas, sementara bagian badan motor tertimbun di dasar lubang. Sejumlah anggota kepolisian yang tiba di lokasi kemudian mengevakuasi motor tersebut secara manual dengan bantuan kayu.

Jidan mengungkapkan bahwa kejadian bermula saat rombongan pemotor melintas dan tiba-tiba menyerangnya tanpa alasan jelas. Ia mengaku tidak mengetahui pemicu pengeroyokan tersebut.

“Tadi ada rombongan motor lewat, saya kira hanya konvoi biasa. Tiba-tiba saya dipukul, jatuh ke lubang ini, dan waktu coba berdiri justru dipukul lagi,” ujar Jidan saat ditemui di lokasi, Minggu (11/01/2026).

Korban menjelaskan, peristiwa itu terjadi usai dirinya menjemput teman di Stasiun Cilebut. Saat melintas di jalan tersebut, ia berpapasan dengan rombongan pemotor yang kemudian langsung melakukan pengeroyokan hingga motornya masuk ke lubang proyek. “Saya lagi perjalanan pulang, habis jemput teman dari stasiun. Bertiga naik motor, tiba-tiba diserang begitu saja,” katanya.

Akibat kejadian itu, Jidan mengalami sejumlah luka di bagian tangan, wajah, dan kepala akibat pukulan bertubi-tubi dari para pelaku. “Bagian tangan, wajah, dan kepala kena semua. Pokoknya dipukul rame-rame,” tuturnya.

Tak hanya mengalami kekerasan fisik, korban juga mengaku kehilangan telepon genggam. Ia menyebut salah satu pelaku sempat berpura-pura meminta melihat isi galeri foto sebelum membawa kabur ponsel tersebut.

“Ada yang minta lihat HP, alasannya mau lihat foto. Pas saya tunjukkan, HP langsung diambil, lalu saya dipukul lagi. Setelah itu mereka kabur ke arah Cilebut,” jelas Jidan.

Seorang pedagang di sekitar lokasi, Syafik, mengatakan rombongan pemotor sempat berhenti tidak jauh dari lapaknya sebelum kejadian. Ia menyebut rombongan tersebut diduga terlibat gesekan dengan kelompok pendukung klub sepak bola.

“Kejadiannya sekitar jam setengah delapan malam, habis Isya. Mereka sempat berhenti di sini, lalu teriak-teriak mengejek rombongan lain di jalur bawah,” kata Syafik.

Menurutnya, rombongan pemotor langsung melarikan diri saat anggota TNI dan kepolisian mendekat ke lokasi. “Begitu aparat datang, mereka langsung kabur ke arah Jalan Raya Cilebut,” imbuhnya.

Kapolsek Tanah Sareal Kompol Doddy Rosjadi membenarkan adanya laporan kericuhan di beberapa titik pada malam tersebut. Namun, saat petugas tiba, para pelaku sudah tidak berada di lokasi.

“Memang ada laporan keributan, tapi ketika anggota datang, situasi sudah kondusif. Mereka konvoi setelah nonton bareng bola, lalu bubar,” ujar Doddy saat dikonfirmasi.

Doddy menambahkan, hingga saat ini belum ada pelaku yang diamankan dan belum ada laporan resmi yang masuk terkait pengeroyokan tersebut. “Kejadiannya berlangsung singkat. Sampai sekarang belum ada yang diamankan dan belum ada laporan resmi,” pungkasnya.

Kasus ini menambah daftar kekerasan jalanan yang melibatkan konvoi sepeda motor di wilayah Bogor dan kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas konvoi di jalan umum. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com