JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) resmi menandatangani kontrak Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan – Pulau Laut, Senin (22/12/2025), di Ruang Serbaguna Gedung Kementerian Pekerjaan Umum. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi percepatan konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus menghadirkan akses darat yang aman, andal, dan berkelanjutan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Rizky Agung, EVP Divisi Sipil Umum Hutama Karya, bersama mitra Kerja Sama Operasi (KSO) lain. Turut hadir Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, Bupati Kotabaru Muhammad Rusli, Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar, jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, serta Direktur Operasi I Hutama Karya Agung Fajarwanto dan pimpinan BUMN Karya.
“Penandatanganan kontrak dan nota kesepakatan pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut menjadi landasan dimulainya tahapan konstruksi infrastruktur strategis di Kalimantan Selatan. Kesepakatan ini memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam pembangunan jembatan, pengembangan koridor Lintas Tengah Pulau Laut, serta penataan dan penyempurnaan jalur Banjarbaru–Tanah Bumbu agar lebih aman, lancar, dan sesuai standar, sehingga pelaksanaan konstruksi dapat berjalan secara profesional dan akuntabel,” ujar Roy Rizali Anwar, Direktur Jenderal Bina Marga.
Proyek jembatan ini dirancang sebagai infrastruktur kunci yang menghubungkan Kalimantan dengan Pulau Laut, sekaligus melengkapi sistem transportasi eksisting. Dalam skema KSO, Hutama Karya memimpin konsorsium proyek, menegaskan kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan perusahaan mengelola proyek berskala besar dan strategis.
Secara teknis, jembatan memiliki panjang total lebih dari 1.000 meter, terdiri dari bentang utama sekitar 500 meter dengan struktur cable stayed, serta bentang pendekat lebih dari 500 meter. Struktur utama dilengkapi dua pylon setinggi 100 meter, menggunakan beton mutu tinggi. Proyek ini juga menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan efisiensi perencanaan, pengendalian konstruksi, dan keselamatan kerja.
“Penandatanganan kontrak ini menjadi tahapan penting bagi Hutama Karya yang juga sebagai champion di bidang Jalan dan Jembatan untuk segera memulai pelaksanaan proyek secara terukur dan profesional, dengan mengedepankan ketepatan mutu, waktu, serta aspek keselamatan kerja,” ujar Mardiansyah, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Pembangunan jembatan ini diprediksi memberikan manfaat strategis bagi masyarakat setempat, mulai dari kelancaran mobilitas dan distribusi logistik, perluasan akses layanan publik, hingga penguatan aktivitas ekonomi. Kehadiran jembatan diharapkan mendorong tumbuhnya pusat ekonomi baru serta meningkatkan daya tarik investasi di wilayah Kalimantan Selatan.
“Melalui proyek ini, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang berperan sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi, memperkuat keterhubungan antarwilayah, serta mendukung pemerataan pembangunan nasional,” tutup Mardiansyah. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan