Rahmad Mas’ud Optimistis, Modal 16 Kursi Menuju 50 Persen Parlemen

BALIKPAPAN — Hasil Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Partai Golkar Kota Balikpapan yang digelar pada bulan Ramadan menegaskan konsolidasi kekuatan politik partai berlambang beringin tersebut di tingkat lokal. Dalam forum lima tahunan itu, Rahmad Mas’ud kembali dipercaya memimpin untuk periode 2026–2031 secara aklamasi.

Kembalinya Rahmad tidak lepas dari capaian elektoral signifikan pada Pemilu 2024. Partai Golkar berhasil meraih 16 kursi dari total 45 kursi DPRD Balikpapan, meningkat dari 11 kursi pada Pemilu 2019. Kenaikan lima kursi tersebut setara dengan pertumbuhan sekitar 45,4 persen, sekaligus menempatkan Golkar sebagai fraksi terbesar di parlemen kota.

“Alhamdulillah, pada Pemilu 2024 kemarin kursi kita di Balikpapan naik dari 11 menjadi 16 kursi. Ini capaian luar biasa. Insya Allah ke depan kita akan mengoptimalkan seluruh kader militan agar perolehan suara bisa lebih dari 50 persen,” ujar Rahmad, Kamis (26/02/2026) di Royal Mahligai.

Sebagai perbandingan, pada Pemilu 2019 distribusi kursi DPRD Balikpapan relatif tersebar. Golkar memperoleh 11 kursi, disusul PDI Perjuangan dengan 8 kursi, Gerindra 6 kursi, PKS 5 kursi, serta sejumlah partai lain dengan perolehan di bawah lima kursi.

Namun pada Pemilu 2024, lonjakan kursi Golkar menjadi 16 membuat komposisi parlemen berubah. Beberapa partai lain tercatat mengalami stagnasi atau hanya mengalami kenaikan tipis. Dengan perolehan tersebut, Golkar kini menguasai sekitar 35,5 persen kursi DPRD Balikpapan.

Rahmad juga menyoroti masih adanya suara yang belum optimal terkonversi menjadi kursi dalam sistem pemilu, yang menurutnya menjadi pekerjaan rumah bagi partai ke depan.

“Masih ada suara yang belum maksimal terkonversi menjadi kursi. Itu akan menjadi evaluasi kita, baik di tingkat kota, provinsi, maupun DPR RI,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa Musda tidak semata-mata menjadi agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran partai dalam pembangunan daerah.

“Musda ini bukan hanya agenda lima tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan komitmen bahwa Golkar harus menjadi kekuatan utama pembangunan. Bukan hanya kuat secara elektoral, tetapi juga kuat dalam gagasan dan inovasi,” kata Rudy.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi di tengah dinamika politik yang akan muncul seiring perpindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Balikpapan memiliki peran sentral sebagai pintu gerbang penyangga IKN. Dalam politik, tidak boleh hanya terlibat tanpa terlihat,” tegasnya.

Rahmad menambahkan, untuk mencapai target perolehan suara 50 persen pada Pemilu 2029, Golkar membutuhkan tambahan sekitar enam hingga tujuh kursi agar dapat mendekati separuh komposisi DPRD.

“Target kita sudah jelas, 50 persen. Kader harus terlibat dan terlihat. Yang produktif akan kita pertahankan, yang tidak tentu kita evaluasi,” pungkasnya.

Dengan modal kenaikan kursi sebesar 45,4 persen serta posisi strategis Balikpapan sebagai daerah penyangga IKN, Golkar kini berada dalam posisi politik yang relatif unggul untuk menghadapi kontestasi mendatang. []

Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com