SAMARINDA – Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, secara resmi membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kadrie Oening, Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Samarinda, Sabtu (03/01/2026).
Rakerprov KONI Kaltim 2026 menjadi forum strategis bagi insan olahraga di Bumi Etam untuk mengevaluasi capaian pembinaan atlet selama ini sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja ke depan. Forum ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan daya saing olahraga Kaltim di tingkat nasional maupun internasional.
Pembukaan Rakerprov ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur Seno Aji. Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya langkah baru KONI Kaltim dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda olahraga besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan tingkat internasional. Pemprov Kaltim menaruh harapan besar agar prestasi olahraga daerah dapat terus meningkat dan sejajar dengan provinsi-provinsi di Pulau Jawa.
Dalam sambutannya, Seno Aji menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras KONI Kaltim beserta seluruh cabang olahraga dalam membina atlet berprestasi. Menurutnya, upaya yang dilakukan selama ini telah memberikan dampak positif terhadap kemajuan olahraga daerah serta turut mengharumkan nama Kaltim di tingkat nasional.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada KONI yang terus konsisten membina atlet-atlet berprestasi,” ujar Seno Aji.
Ia juga menyampaikan pesan khusus dari Gubernur Kaltim agar seluruh jajaran pengurus, pelatih, serta insan olahraga tetap solid dan kompak. Seno Aji menekankan pentingnya menjaga semangat juang, konsistensi, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembinaan olahraga yang semakin kompetitif.
Seno Aji mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, KONI Kaltim mencatatkan progres yang signifikan. Hal tersebut tercermin dari peningkatan jumlah cabang olahraga yang diikuti serta capaian prestasi pada ajang PON.
“Progres KONI Kaltim cukup baik. Pada PON Papua, Kaltim mengikuti 38 cabang olahraga. Sementara pada PON Aceh–Sumatera Utara, jumlahnya meningkat menjadi 65 cabang olahraga. Ini menunjukkan perkembangan yang patut diapresiasi,” kata pria kelahiran Semarang Tahun 1971 ini.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sistem pembinaan olahraga yang terarah dan berkelanjutan. Pembinaan tersebut diharapkan mencakup seluruh jenjang, mulai dari atlet usia dini, atlet pelajar, hingga atlet profesional.
“Kita ingin membangun sistem pembinaan yang kuat dari hulu ke hilir. Target kita jelas, Kaltim harus mampu bersaing dengan provinsi di Pulau Jawa dan mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional,” tegas Seno Aji.
Di akhir sambutannya, Seno Aji juga berharap keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kaltim dapat membuka peluang bagi daerah ini untuk kembali menjadi tuan rumah PON. Ia mengingatkan bahwa pada tahun 2028, saat pelaksanaan PON XXII di Nusa Tenggara, IKN diproyeksikan telah berfungsi sebagai pusat pemerintahan negara.
“IKN sudah berada di Kaltim. Pada 2028 nanti, Presiden Prabowo Subianto akan berkantor di ibu kota negara yang baru. Harapannya PON juga dilaksanakan di IKN untuk pertama kalinya dan Kaltim siap untuk menjadi tuan rumah,” tutur Seno Aji.
Melalui Rakerprov KONI Kaltim 2026, diharapkan lahir program-program strategis yang mampu memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan prestasi, serta menjadikan Kalimantan Timur sebagai salah satu kekuatan olahraga nasional di luar Pulau Jawa. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan