Kebakaran hutan yang dipicu gelombang panas dan kekeringan berkepanjangan memaksa ratusan ribu warga mengungsi, menewaskan satu orang di Spanyol, serta mendorong pengerahan militer dan bantuan internasional.
JAKARTA – Kebakaran hutan yang melanda Prancis dan Spanyol terus memburuk hingga memaksa ratusan ribu warga meninggalkan rumah mereka. Bencana yang dipicu gelombang panas dan kekeringan berkepanjangan itu juga telah menelan korban jiwa di Spanyol serta mendorong pengerahan bantuan lintas negara untuk mempercepat pemadaman.
Di Prancis, kebakaran yang semula terjadi di wilayah pesisir barat daya terus merambat ke arah pedalaman menuju Bordeaux. Pemerintah Prancis mengerahkan angkatan bersenjata untuk membantu petugas pemadam kebakaran yang menghadapi meluasnya titik api.”Kebakaran yang melanda negara kita telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu di media sosial, sebagaimana dilansir Cnn Indonesia, Minggu (26/07/2026).
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan proses pengendalian api diperkirakan berlangsung dalam waktu yang tidak singkat.”Kami memperkirakan pertempuran yang akan panjang dan sangat sulit,” kata Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez kepada wartawan.
Sebagai bagian dari operasi pemadaman, pesawat angkut militer A400M milik Prancis dikerahkan untuk menjatuhkan air ke kawasan hutan yang terbakar pada Sabtu (25/07/2026). Langkah tersebut dilakukan setelah personel pemadam kebakaran mulai kewalahan menghadapi luasnya area yang terdampak.
Berdasarkan data Reuters Climate Monitor, suhu maksimum rata-rata di wilayah Prancis yang terdampak kebakaran selama Juli mencapai 32,2 derajat Celsius. Angka tersebut lebih tinggi 7,3 derajat Celsius dibandingkan rata-rata suhu maksimum periode yang sama pada 1961 hingga 1990. Kondisi tersebut memperkuat indikasi bahwa gelombang panas dan kekeringan berkepanjangan memperbesar risiko terjadinya kebakaran hutan di kawasan Eropa.
Sementara itu, Spanyol menetapkan status darurat nasional akibat kebakaran hutan setelah sedikitnya tiga kebakaran besar terjadi di sekitar Madrid. Asap tebal dan kobaran api menghanguskan sejumlah permukiman, sementara kebakaran semak di luar pesisir Valencia menyebabkan seorang pria lanjut usia meninggal dunia di dalam mobilnya.
Untuk mempercepat penanganan, Dinas Perlindungan Sipil Spanyol menerima tambahan empat pesawat pengebom air, masing-masing dua unit dari Italia dan dua unit dari Yunani. Selain itu, Belanda dan Portugal turut mengirimkan pesawat pemadam kebakaran guna membantu operasi di wilayah terdampak.
Eskalasi kebakaran di dua negara tersebut menjadi peringatan atas meningkatnya dampak cuaca ekstrem di Eropa. Upaya pemadaman dan evakuasi masih terus dilakukan guna melindungi warga serta mencegah meluasnya kebakaran ke kawasan permukiman lainnya. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan