Relawan Palangka Raya Ubah Sampah Jadi Ecobrick

PALANGKA RAYA – Upaya mengurangi timbunan sampah plastik dan kertas terus digalakkan berbagai komunitas di Palangka Raya. Salah satunya dilakukan oleh relawan Komunitas Turun Tangan Palangka Raya yang menggelar kegiatan membuat ecobrick, Minggu (28/09/2025), sebagai bentuk edukasi publik mengenai pentingnya pengelolaan sampah.

Kegiatan berlangsung sederhana di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan Hotel Dandang Tingang. Puluhan relawan duduk melingkar di bawah pepohonan dengan alas terpal biru. Mereka datang sambil membawa sampah rumah tangga masing-masing, mulai dari plastik kemasan, botol air mineral bekas, hingga lembaran print makalah atau bimbingan skripsi yang sudah tidak terpakai.

Semua sampah tersebut kemudian dipadatkan ke dalam botol plastik ukuran 600 ml untuk dijadikan ecobrick. Metode ini dikenal sebagai salah satu cara pengolahan sampah ramah lingkungan, di mana plastik dan kertas yang semula hanya dibuang bisa diubah menjadi media bangunan alternatif.

Koordinator Turun Tangan Palangka Raya, Amirul Mukmin, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan 12 tahun Turun Tangan Indonesia yang digelar secara serentak di 12 kota.

“Kegiatan ini kami serentak dengan yang ada di Pulau Jawa, Sumatera untuk membuat ecobrick. Peserta di Palangka Raya sangat antusias membawa sampah sendiri untuk diolah bersama. Harapannya kegiatan sederhana ini bisa mengedukasi masyarakat bahwa sampah bisa dimanfaatkan, bukan sekadar dibuang,” ungkap Amirul.

Ia menambahkan, kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah masih rendah sehingga tema lingkungan sengaja diangkat pada perayaan tahun ini. “Lewat ecobrick, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bisa dimulai dari hal kecil, seperti memanfaatkan sampah plastik dan kertas bekas di sekitar kita,” katanya.

Tak hanya relawan Turun Tangan, aksi peduli lingkungan itu juga melibatkan komunitas lain seperti Clean the City Palangka Raya. Kehadiran mereka memperkaya kegiatan dengan berbagi pengalaman mengenai cara mengolah sampah. Suasana menjadi hangat karena peserta saling mendukung dan memotivasi satu sama lain.

Komunitas berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kepedulian kolektif warga kota terhadap kebersihan lingkungan. Edukasi melalui aksi nyata diyakini lebih mudah diterima masyarakat karena langsung menunjukkan manfaat dari mengolah sampah. Selain itu, ecobrick bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bangunan konvensional.

Dengan semangat gotong royong, para relawan ingin menunjukkan bahwa masalah sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Melalui langkah kecil seperti ecobrick, diharapkan lahir kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan di Palangka Raya. []

Admin03

2 comments

  1. Permisi admin, izin koreksi ya. Ada kesalahan penulisan di kalimat Clean Up City, seharusnya Clean The City. Kebetulan saya pengurusnya dan terlibat acara tersebut. Maaf lah 🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com