BANTEN – Upaya pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan hilang setelah terseret arus di Pantai Lippo, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, akhirnya membuahkan hasil. Namun, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah tiga hari operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan.
Korban diketahui bernama Raka Mudiawan (14), seorang pelajar yang berasal dari Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Raka sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus laut saat berada di kawasan wisata Pantai Lippo Carita.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan proses pencarian dilakukan secara intensif sejak laporan kejadian diterima. Puluhan personel dari berbagai unsur dikerahkan untuk menyisir wilayah laut maupun daratan di sekitar lokasi kejadian.
“Korban diketahui bernama Raka Mudiawan (14), seorang pelajar asal Rajeg, Kabupaten Tangerang,” kata Al Amrad di Pandeglang, Sabtu (14/03/2026).
Dalam operasi tersebut, tim SAR menetapkan area pencarian seluas sekitar empat mil laut persegi. Wilayah pencarian kemudian dibagi menjadi dua sektor operasi atau Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan proses pencarian korban.
Tim SRU I melakukan penyisiran menggunakan perahu karet milik Basarnas dengan jangkauan pencarian hingga delapan mil laut dari titik awal kejadian. Sementara itu, tim SRU II melakukan pencarian dari jalur darat dengan menyusuri garis pantai ke arah utara dan selatan sejauh masing-masing empat kilometer dari lokasi kejadian.
Upaya pencarian akhirnya menemukan titik terang pada Sabtu siang sekitar pukul 14.40 WIB. Kantor SAR Banten menerima laporan dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak mengenai penemuan sesosok jenazah yang mengapung di laut pada koordinat 6°15’28.681″S 105°44’30.779″E, atau sekitar 6,48 mil laut dari lokasi kejadian.
Informasi tersebut segera diteruskan kepada tim SAR yang sedang melakukan pencarian di lapangan. Tidak lama kemudian, sekitar sepuluh menit setelah menerima laporan, tim bergerak menuju titik koordinat yang dimaksud.
Setelah tiba di lokasi, petugas berhasil mengevakuasi jenazah tersebut dan memasukkannya ke dalam kantong jenazah untuk selanjutnya dibawa ke posko operasi SAR.
Jenazah korban kemudian dibawa ke posko untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim serta pihak keluarga. Sekitar pukul 17.00 WIB, keluarga korban memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan Raka Mudiawan yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Carita untuk penanganan lebih lanjut.
Usai proses evakuasi dan identifikasi, tim SAR gabungan menggelar evaluasi atau debriefing pada pukul 17.30 WIB. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, korban dinyatakan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi diusulkan untuk dihentikan. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing setelah sebelumnya menyelesaikan tugas pencarian.
Pihak Basarnas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan relawan yang terlibat dalam operasi tersebut atas kerja sama dan dedikasi selama proses pencarian berlangsung. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan