Remaja Diamankan, Tawuran Gagal Terjadi di Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Upaya pencegahan tawuran oleh remaja kembali menjadi fokus jajaran Polresta Palangka Raya pada Sabtu 28 Februari 2026 malam, setelah laporan masyarakat masuk melalui Call Center 110.

Laporan tersebut menyebut adanya sejumlah remaja yang berkumpul di Jalan Nila Putih, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, dan diduga berencana melakukan aksi tawuran. Informasi itu segera diteruskan oleh operator ke unit Pamapta II untuk ditindaklanjuti secara cepat.

Dipimpin Pamapta II, Rakhmad Razib, petugas bergerak menuju lokasi dengan didampingi piket fungsi Polresta. “Kami langsung ke lokasi untuk memastikan keselamatan warga dan remaja itu sendiri, sekaligus mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Rakhmad.

Sesampainya di TKP, petugas mendapati sekelompok remaja bersama kendaraan sepeda motor mereka. Agar situasi tetap terkendali, polisi mengamankan para remaja dan membawanya ke Mapolresta Palangka Raya. Di sana, mereka tidak hanya diberi pembinaan, tetapi juga pemahaman mengenai risiko tawuran dan dampak hukum yang dapat muncul.

“Setiap laporan melalui 110 kami tindaklanjuti dengan serius. Tindakan ini bersifat preventif agar remaja dan masyarakat terhindar dari kerugian,” tegas Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Pamapta II, Minggu (01/03/2026).

Selain itu, orang tua masing-masing remaja dihubungi untuk menjemput anak mereka sekaligus diberikan arahan agar lebih memperhatikan pengawasan di lingkungan keluarga. Personel Unit PPA kemudian memberikan edukasi lanjutan tentang kenakalan remaja, pentingnya pergaulan sehat, dan pilihan kegiatan positif untuk mengisi waktu luang.

Pendekatan ini tidak hanya menekankan penegakan hukum, tetapi juga pembinaan karakter dan pengawasan keluarga, diharapkan mampu mengurangi potensi konflik remaja di Kota Palangka Raya. Upaya cepat polisi di lapangan sekaligus menjadi contoh pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan potensi gangguan keamanan agar respons dapat dilakukan secara tepat dan cepat.

Langkah-langkah preventif seperti ini, kata Rakhmad, merupakan strategi berkelanjutan untuk menjaga ketertiban umum sekaligus memberikan arahan bagi remaja agar mereka dapat berkembang di lingkungan yang aman dan kondusif. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com