TANAH LAUT — Kehebohan sempat terjadi di kawasan Simpang Empat Karang Jawa hingga jalur menuju gerbang Desa Sungairiam, Kecamatan Pelaihari, setelah seorang pria terlihat berdiri di tengah jalan sambil membawa senjata tajam jenis parang. Aksi tersebut terekam kamera warga dan cepat menyebar di media sosial.
Peristiwa itu sempat membuat sejumlah pengendara memilih memperlambat kendaraan bahkan menghindari lokasi karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.
Kepolisian Resor Tanah Laut memastikan pria yang membuat resah warga tersebut kini telah diamankan dan dibawa ke Mapolres Tanah Laut.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan menyampaikan bahwa aparat segera bertindak setelah menerima laporan masyarakat mengenai keberadaan pria bersenjata tajam di tengah jalan tersebut.
Ricky menjelaskan bahwa saat ini pria tersebut berada dalam pengawasan polisi. “Yang bersangkutan sudah berada di Mapolres Tanah Laut. Kondisinya baik dan saat ini ditempatkan di ruang khusus agar tetap dalam pengawasan anggota,” ujar Ricky saat memberikan keterangan pada Kamis (05/03/2026).
Dari hasil identifikasi sementara, pria tersebut diketahui berinisial Bar (42) yang merupakan warga Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, dengan pekerjaan buruh harian.
Dalam sejumlah rekaman video yang beredar, pria tersebut terlihat mengayunkan parang di tengah jalan dan sempat mengarahkannya ke kendaraan yang melintas, termasuk kendaraan polisi yang datang ke lokasi. Aksi itu sempat membuat warga di sekitar lokasi merasa khawatir.
Kasat Reskrim Polres Tanah Laut AKP Cahya Prasada Tuhuteru mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab tindakan tersebut.
Menurut Cahya, informasi awal menyebutkan bahwa pria tersebut memiliki riwayat penanganan medis di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.
“Kami memperoleh informasi bahwa yang bersangkutan pernah menjalani penanganan medis di RSJ Sambang Lihum. Untuk memastikan hal tersebut, kami telah menghubungi keluarganya,” kata Cahya.
Polisi juga tengah mendalami kondisi psikologis pria tersebut sekaligus memastikan kronologi kejadian secara lengkap.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berbagai spekulasi yang beredar di media sosial dan tetap menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan