Ribuan Jemaah Muhammadiyah Kukar Khusyuk di Idulfitri Lebih Awal

Ribuan warga Muhammadiyah di Kukar melaksanakan Salat Idulfitri lebih awal di 17 titik dengan suasana khusyuk, aman, dan penuh kebersamaan.

KUTAI KARTANEGARA – Ribuan warga Muhammadiyah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada Jumat (20/03/2026) di 17 titik berbeda. Kegiatan berlangsung khusyuk dan aman tanpa insiden, bahkan mendapat apresiasi dari aparat keamanan yang turut melakukan pengamanan di seluruh lokasi.

Pelaksanaan salat Id digelar serentak sejak pukul 07.00 Wita di sejumlah lokasi, termasuk halaman Kantor Bupati Kukar, pusat-pusat kegiatan masyarakat, hingga wilayah pelosok. Antusiasme jemaah terlihat tinggi dengan jumlah kehadiran di setiap titik berkisar antara 500 hingga 2.500 orang.

Salah satu khatib di halaman Kantor Bupati Kukar, Machnun Uzni, yang menjabat Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, menyampaikan khutbah bertema pentingnya kasih sayang dalam keluarga serta menjaga harmoni sosial sebagai bagian dari ketakwaan.

“Mudik bukan sekadar perpindahan fisik atau tradisi turun-temurun. Ini adalah ekspresi cinta kepada orang tua, kerinduan pada kampung halaman, dan wujud nyata kasih sayang yang tak bisa digantikan oleh materi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tradisi mudik memiliki makna mendalam di tengah perkembangan zaman modern yang serba cepat. “Jangan biarkan modernitas menghilangkan nilai luhur ini. Karena silaturahmi yang dibangun saat mudik adalah bagian dari ketakwaan kita kepada Allah,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa Idulfitri bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk menjaga konsistensi dalam berbuat baik setelah bulan Ramadan. “Salah satu tanda Ramadhan kita diterima adalah ketika kita istiqamah berbuat baik setelahnya. Jangan sampai masjid yang penuh di bulan puasa menjadi sepi setelah Idulfitri,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun kekuatan bangsa. “Jika keluarga harmonis, bangsa ini akan kuat. Jika bangsa kuat, kita semua akan selamat,” katanya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kukar, Yamin Hadi Firmadi, menyampaikan bahwa pelaksanaan salat Id telah dipersiapkan sejak sepekan sebelumnya dan berlangsung dengan lancar. “Kami sudah persiapkan ini sejak sepekan lalu. Alhamdulillah, semuanya berjalan damai. Ini bukti bahwa perbedaan tidak pernah menghalangi kami untuk tetap bersaudara,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kepolisian Resor (Polres) Kukar yang melakukan pengamanan di 17 lokasi juga memberikan apresiasi terhadap situasi yang berlangsung kondusif.

“Kami sudah bersiaga sejak subuh. Tapi kekhidmatan jemaah luar biasa. Tidak ada satu pun insiden. Ini mungkin salah satu pengamanan Idul Fitri paling damai yang kami rasakan,” ujarnya.

Sejumlah jemaah mengaku terharu dengan suasana kebersamaan yang tercipta. Salah satunya Sari (45), yang mengaku baru tiba dari Balikpapan pada pagi hari untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

“Saya sengaja mudik agar bisa salat Id bersama ibu yang sudah sepuh. Pesan Ustadz Machnun tadi benar-benar menyentuh hati,” katanya.

Momentum Idulfitri di Kukar menunjukkan bahwa perbedaan dalam penetapan hari raya tidak mengurangi semangat kebersamaan dan persaudaraan. Suasana penuh kehangatan, saling memaafkan, serta silaturahmi menjadi gambaran kuat harmonisasi sosial di tengah masyarakat. []

Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com