Ribuan Warga Iran Turun ke Jalan Dukung Pemimpin Baru

TEHERAN – Ribuan warga di berbagai kota di Iran turun ke jalan untuk menunjukkan dukungan terhadap pemimpin tertinggi baru negara tersebut, Mojtaba Khamenei, di tengah memanasnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Aksi massa itu berlangsung pada Senin (09/03/2026) di sejumlah kota besar Iran, termasuk ibu kota Teheran, serta Shiraz, Kerman, Ahvaz, Tabriz, Hamedan, dan Ardabil. Warga yang berkumpul terlihat membawa bendera nasional Iran sambil menyuarakan dukungan terhadap kepemimpinan baru negara tersebut.

Mobilisasi massa tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintah Iran mengumumkan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru pada Minggu (08/03/2026). Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Dengan penunjukan tersebut, Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi ketiga sejak Revolusi Islam Iran pada 1979.

Di Teheran, pusat aksi berlangsung di kawasan Alun-Alun Enqelab. Massa yang hadir mengibarkan bendera Iran dan meneriakkan slogan anti-Amerika Serikat serta anti-Israel sebagai bentuk protes terhadap serangan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Sejumlah warga yang mengikuti aksi menyatakan bahwa mereka berkumpul bukan hanya untuk berkabung atas wafatnya pemimpin sebelumnya, tetapi juga untuk menunjukkan dukungan terhadap kepemimpinan baru negara itu.

Seorang peserta aksi mengatakan bahwa masyarakat Iran merasa kehilangan besar setelah wafatnya Ali Khamenei, namun mereka percaya kepemimpinan baru akan melanjutkan arah perjuangan negara tersebut.

“Kami kehilangan sosok pemimpin yang sangat kami hormati. Rasa kehilangan itu masih terasa, tetapi kami percaya penerusnya mampu melanjutkan perjuangan bangsa ini menghadapi tekanan dari luar,” ujar salah satu warga yang ikut dalam aksi di Teheran.

Selain menyatakan dukungan kepada pemimpin tertinggi yang baru, massa juga menyampaikan solidaritas kepada angkatan bersenjata Iran yang saat ini terlibat dalam operasi militer balasan terhadap Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan media Iran, rentetan serangan yang terjadi sejak 28 Februari telah menimbulkan korban jiwa yang besar. Sedikitnya 1.332 orang dilaporkan tewas dalam konflik tersebut.

Korban tidak hanya berasal dari kalangan pejabat dan tokoh militer Iran, tetapi juga warga sipil. Bahkan dilaporkan terdapat 165 pelajar yang menjadi korban ketika sebuah sekolah di wilayah selatan Iran terkena serangan.

Sebagai balasan atas serangan tersebut, Iran meluncurkan sejumlah serangan rudal dan drone ke berbagai target yang berkaitan dengan Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Hampir dua pekan setelah konflik pecah, ketegangan di Timur Tengah masih terus meningkat. Serangan dari kedua pihak dilaporkan terus berlangsung, sementara dukungan publik di dalam negeri Iran terlihat semakin menguat seiring dengan pergantian kepemimpinan di negara tersebut. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com