BATEN – Euforia malam tahun baru di Kota Tangerang Selatan berubah menjadi insiden kecelakaan beruntun. Lima mobil terlibat tabrakan di Jalan Letjen Soetopo, Serpong, pada Kamis (01/01/2026) dini hari, setelah seorang pengemudi diduga kehilangan fokus saat berkendara.
Kepolisian mengungkap, kecelakaan tersebut bermula dari pengemudi mobil Nissan Grand Livina berinisial AM yang tidak berkonsentrasi saat melaju di jalur padat kendaraan. Kurangnya fokus itu dipicu oleh cekcok ringan dengan pasangannya di dalam mobil.
Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan, AKP Danny Trisespianto Arief Sutarman, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.40 WIB. “Pengemudi mengakui perhatiannya terpecah saat mengemudi. Situasi di dalam mobil membuatnya tidak sepenuhnya fokus melihat kondisi lalu lintas di depan,” ujar Danny kepada wartawan.
Ia menambahkan, ketegangan di dalam kendaraan diduga terjadi sejak sebelum lokasi kejadian. “Ada perselisihan kecil antara pengemudi dan pasangannya. Kondisi emosional inilah yang kemudian memengaruhi konsentrasi saat berkendara,” jelasnya.
Akibat kehilangan kendali, mobil Grand Livina yang dikemudikan AM menabrak Toyota Rush di depannya. Benturan itu memicu efek domino hingga kendaraan lain ikut terdorong. Rangkaian tabrakan melibatkan Toyota Rush, Daihatsu Sigra, serta dua unit Mitsubishi Pajero. “Mobil pertama menghantam Rush, lalu beruntun mengenai Sigra, Pajero, hingga Pajero di depannya lagi. Kerusakan paling berat terjadi pada kendaraan penabrak awal,” kata Danny.
Faktor kondisi jalan juga ikut berperan. Saat kejadian, terdapat penyempitan jalur akibat perbaikan jalan di lokasi tersebut. Jalur cepat tidak bisa dilalui sehingga arus kendaraan terkonsentrasi di lajur lain.
Meski melibatkan lima kendaraan, polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. “Kalau ditaksir, total kerugian berada di kisaran di bawah Rp 50 juta,” ungkap Danny.
Pihak kepolisian menyebut kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pengemudi Grand Livina, AM, menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab penuh atas seluruh kerusakan kendaraan yang terlibat.
“Semua pihak sepakat berdamai. Pengemudi penabrak awal bersedia mengganti seluruh kerugian yang timbul akibat kejadian tersebut,” pungkasnya. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan