YERUSALEM — Suara dentuman keras memecah langit kota suci pada Minggu (01/03/2026), sesaat setelah militer Israel mengumumkan adanya peluncuran rudal dari Iran yang mengarah ke wilayahnya. Insiden yang dilaporkan oleh AFP pada Senin (02/03/2026) itu langsung memicu sirene peringatan di berbagai penjuru kota.
Situasi mendadak mencekam ketika sistem pertahanan udara diaktifkan untuk merespons ancaman yang terdeteksi datang dari luar wilayah. Pihak militer Israel menyatakan bahwa mereka menemukan adanya proyektil yang ditembakkan dari Iran menuju teritori negara tersebut.
Seorang juru bicara militer menyampaikan bahwa rudal yang terdeteksi itu segera direspons oleh sistem pertahanan. Ia menegaskan bahwa mekanisme pencegatan langsung dijalankan untuk menahan potensi serangan yang masuk.
“Militer mendapati adanya rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Israel, dan sistem pertahanan segera dioperasikan untuk menghadapi ancaman tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dampak dari insiden ini menyebabkan sejumlah korban luka. Laporan dari otoritas medis menyebutkan bahwa tujuh orang mengalami cedera dengan tingkat keparahan berbeda dan telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan.
Pihak layanan darurat juga mengonfirmasi adanya respons cepat dari tim pemadam kebakaran di distrik Yerusalem. Mereka bergerak menuju titik dampak yang berada di salah satu ruas jalan utama kota. “Petugas kami langsung diterjunkan ke lokasi yang terdampak di kawasan jalan raya Yerusalem,” kata perwakilan layanan darurat.
Ia menambahkan bahwa korban yang terluka telah dibawa ke fasilitas medis untuk penanganan lanjutan. “Sebanyak tujuh korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian dan kini sedang mendapatkan perawatan sesuai kondisi masing-masing,” ungkapnya.
Hingga kini, sensor militer masih memberlakukan pembatasan informasi terkait lokasi pasti titik-titik yang terdampak serangan.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik kawasan, termasuk wacana konflik berkepanjangan yang sebelumnya sempat disinggung oleh Donald Trump serta inisiatif diplomatik yang pernah diupayakan oleh Prabowo Subianto untuk menjembatani komunikasi dengan Teheran. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan