Rumah Cetak Aisyah Dorong UMKM Lokal Berbasis Digital

Usaha percetakan rumahan di Desa Sepakat, Kutai Kartanegara, berkembang sejak 2025 dengan mengandalkan pemasaran digital di tengah keterbatasan modal.

KUTAI KARTANEGARA – Usaha mikro percetakan rumahan “Rumah Cetak Aisyah” yang dirintis sejak September 2025 di Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, mulai menunjukkan perkembangan dengan mengandalkan pemasaran berbasis digital untuk menjangkau pelanggan.

Usaha yang berlokasi di Jalan S. Parman RT 2 tersebut dikelola Angga Indrawan dengan layanan utama desain grafis dan percetakan yang saat ini masih beroperasi secara daring akibat keterbatasan modal.

Angga Indrawan mengungkapkan bahwa pengalaman bekerja di percetakan sebelumnya menjadi bekal utama dalam membangun usaha mandiri tersebut.

“Sebelum membuka usaha ini saya bekerja di salah satu toko percetakan di Kutai Kartanegara. Dari situ saya belajar banyak hal, kemudian mencoba membuka usaha sendiri dengan memanfaatkan kemampuan yang saya miliki,” ujar Angga, Selasa (17/03/2026).

Ia menjelaskan, latar belakang ekonomi menjadi salah satu pendorong utama dalam memulai usaha tersebut, dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki sebagai sumber penghasilan.

“Awalnya karena kebutuhan ekonomi yang cukup banyak, saya mencoba menjual kemampuan yang saya kuasai dengan harapan bisa menambah penghasilan dan memenuhi kebutuhan rumah tangga,” katanya.

Stiker produk

Meski belum memiliki toko fisik, Rumah Cetak Aisyah telah melayani berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari jasa desain grafis, pengetikan dokumen, hingga percetakan seperti kartu nama, nota, stempel, spanduk, stiker, undangan, dan cetak foto.

Dalam menjalankan usaha, Angga mengaku menghadapi tantangan berupa persaingan dengan percetakan yang telah memiliki lokasi usaha offline dan lebih mudah diakses pelanggan.

“Tantangan terbesar adalah bersaing dengan percetakan yang sudah memiliki tempat usaha offline. Sementara kami masih berbasis online karena keterbatasan modal,” jelasnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, ia memanfaatkan platform media sosial seperti Facebook dan aplikasi pesan instan WhatsApp sebagai sarana promosi sekaligus pemesanan layanan.

“Sebagian besar pesanan datang dari Facebook dan WhatsApp. Dengan media sosial, usaha kecil seperti ini tetap bisa menjangkau pelanggan,” pungkasnya.

Ke depan, Angga berharap usahanya dapat terus berkembang dan memiliki toko fisik sehingga mampu memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat di wilayah Loa Kulu. []

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com