Runway hingga Apron, Bandara Singkawang Dibidik Naik Kelas

SINGKAWANG — Pemerintah Kota Singkawang menaruh perhatian serius pada penguatan transportasi udara sebagai kunci membuka isolasi wilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu fokus utama saat ini adalah peningkatan fasilitas Bandara Singkawang agar mampu melayani pergerakan penumpang dan logistik secara lebih optimal.

Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, menilai pengembangan bandara bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan strategis yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Akses udara yang memadai dinilai akan memperpendek jarak tempuh, memperlancar distribusi barang, serta memperkuat hubungan Singkawang dengan daerah lain.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah mengajukan sejumlah rencana peningkatan fasilitas bandara, mulai dari perpanjangan landasan pacu, penambahan area parkir pesawat, hingga pembenahan sarana penunjang operasional.

“Bandara harus disiapkan agar mampu melayani kebutuhan ke depan. Kalau infrastrukturnya siap, peluang penambahan rute dan maskapai akan terbuka,” ujar Muhammadin saat ditemui di Singkawang, Sabtu (31/01/2026).

Menurutnya, peningkatan kapasitas bandara akan berdampak berantai pada sektor pariwisata, perdagangan, hingga investasi. Dengan konektivitas udara yang lebih baik, Singkawang dinilai memiliki peluang besar menarik arus kunjungan dan kegiatan ekonomi baru.

Pemkot Singkawang, lanjut Muhammadin, berkomitmen mempercepat realisasi rencana tersebut dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat dan pemangku kepentingan terkait, agar pengembangan bandara berjalan sesuai regulasi dan perencanaan nasional.

Di sisi lain, dukungan juga datang dari legislatif. Anggota Komisi V DPR RI, Yuliansyah, melakukan peninjauan langsung ke Bandara Singkawang untuk melihat kondisi faktual di lapangan sekaligus menyerap aspirasi pemerintah daerah.

Ia menegaskan, pembangunan dan peningkatan infrastruktur bandara memiliki peran penting dalam pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Kalimantan Barat yang membutuhkan konektivitas antardaerah yang lebih kuat.

“Aspirasi daerah menjadi bahan penting untuk disinkronkan dengan kebijakan pemerintah pusat,” kata Yuliansyah.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk merumuskan kebutuhan teknis pengembangan bandara secara realistis, agar selaras dengan program nasional dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan tersebut. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com