KUTAI BARAT – Panitia pelaksana turnamen Sea Grassroot Berkah Ramadan Cup U-13 Tahun 2026 resmi menggelar technical meeting untuk membahas regulasi pertandingan sekaligus melakukan pembagian grup peserta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (10/03/2026) di kantor Askab PSSI Kutai Barat yang berada di kawasan Stadion Swalas Gunaq.
Technical meeting tersebut menjadi bagian penting dalam rangka mempersiapkan jalannya turnamen sepak bola usia dini yang akan segera digelar di Kabupaten Kutai Barat. Dalam pertemuan tersebut, panitia menjelaskan secara rinci berbagai regulasi pertandingan kepada seluruh perwakilan tim peserta sekaligus melakukan proses undian (drawing) untuk menentukan pembagian grup.
Berdasarkan hasil undian yang dilakukan dalam technical meeting tersebut, delapan tim peserta yang akan berlaga pada turnamen Sea Grassroot Berkah Ramadan Cup U-13 Tahun 2026 resmi terbagi ke dalam dua grup.
Grup A dihuni oleh empat tim, yakni SSB Ajenda, PS Bigung, SSB Menarung, dan Persimuja. Sementara itu, Grup B diisi oleh Kubar Soccer School, SSB Petras, SSB Fajar Utama, serta Akademi Nyuatan Bersatu.
Turnamen sepak bola usia dini tersebut dijadwalkan mulai bergulir pada 13 Maret 2026 dengan lokasi pertandingan dipusatkan di Stadion Swalas Gunaq, Kutai Barat. Ajang ini diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus ruang kompetisi bagi para pemain muda berbakat di wilayah tersebut.
Dalam regulasi pertandingan yang telah disepakati bersama, fase penyisihan grup akan menggunakan sistem setengah kompetisi. Setiap pertandingan di babak ini akan dimainkan dengan durasi waktu 2 x 20 menit.
Adapun tim yang berhasil melaju ke babak semifinal akan menjalani pertandingan dengan durasi waktu yang lebih panjang, yakni 2 x 25 menit. Pada babak ini tidak diberlakukan perpanjangan waktu. Apabila pertandingan berakhir imbang hingga waktu normal berakhir, maka penentuan pemenang akan langsung dilakukan melalui adu penalti.
Sistem yang sama juga akan diterapkan pada pertandingan final. Laga penentuan juara tersebut akan dimainkan dengan durasi 2 x 25 menit tanpa perpanjangan waktu. Jika skor tetap imbang hingga peluit akhir dibunyikan, pemenang akan ditentukan melalui babak adu penalti.
Selain itu, panitia juga menambahkan satu pertandingan tambahan untuk memperebutkan silver medal. Pertandingan ini akan mempertemukan tim yang menempati peringkat ketiga terbaik dari masing-masing grup.
Pertandingan silver medal tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan pengalaman bertanding bagi para pemain muda sekaligus menambah jam terbang mereka dalam kompetisi resmi.
Panitia pelaksana menilai bahwa turnamen ini menjadi langkah awal yang penting dalam mendorong pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Kutai Barat.
“Harapannya semoga turnamen ini bisa berjalan sukses dan lancar, serta menjadi awal yang baik bagi pembinaan sepak bola usia dini di Kutai Barat. Kami juga berharap kegiatan seperti ini bisa terus konsisten dilaksanakan setiap tahun,” ujar panitia dalam wawancara melalui WhatsApp, Selasa (10/03/2026).
Lebih lanjut, para penggiat sepak bola di Kutai Barat juga berencana mengembangkan kegiatan kompetisi yang lebih berkelanjutan di masa mendatang. Salah satu rencana yang sedang disiapkan adalah penyelenggaraan liga sepak bola usia dini yang dimainkan secara rutin setiap akhir pekan.
Melalui turnamen ini, para pembina dan penggiat sepak bola di daerah tersebut optimistis dapat menciptakan ruang pembinaan yang lebih sistematis bagi generasi muda, sekaligus menjadi momentum kebangkitan sepak bola daerah di Kutai Barat. []
Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan