Sekretariat BUMKam, Pusat Kendali Ekonomi Desa Berau

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan sekretariat Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam). Infrastruktur ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang profesional dan transparan, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

“Keberadaan sekretariat bukan sekadar tempat kantor, tetapi menjadi pusat kendali operasional dan administrasi yang memudahkan semua aktivitas usaha kampung,” ungkap Muhammad Said, Sekretaris Kabupaten Berau, saat ditemui di Tanjung Redeb, Senin (09/02/2026).

Menurut Said, setiap BUMKam sebaiknya memiliki sekretariat sendiri agar pengelolaan administrasi, koordinasi pengurus, pengurusan keuangan, hingga pendukung kegiatan teknis usaha dapat berjalan lebih efektif. “Dengan adanya sekretariat, pengurus bisa lebih fokus mengembangkan potensi kampung dan membuka peluang usaha baru,” tambahnya.

Dari 100 kampung yang tersebar di Berau, saat ini 99 sudah memiliki BUMKam. Meski demikian, tidak semua BUMKam berhasil menghasilkan pendapatan asli kampung (PAK) secara optimal.

Langkah konkret untuk memperkuat ekonomi desa terlihat saat Said meresmikan Sekretariat BUMKam sekaligus Jembatan Usaha Tani di Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung, Jumat (6/2/2026). Ia menekankan, infrastruktur tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dan kampung dalam menguatkan ekonomi lokal.

“Peresmian ini menunjukkan bahwa pemerintah serius mendorong kampung menjadi pusat pengembangan ekonomi. Infrastruktur fisik harus diimbangi dengan pemberdayaan manusia agar usaha kampung benar-benar berdaya dan berdampak,” ujar Said saat acara peresmian.

Jembatan Usaha Tani sendiri memegang peran strategis bagi petani. Dengan akses transportasi yang lebih mudah, biaya produksi dapat ditekan, distribusi hasil pertanian lebih cepat, dan nilai ekonomi komoditas meningkat. Hal ini diyakini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Said juga menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dari pengurus BUMKam. “Setiap kampung punya keunggulan dan aset berbeda. Pengurus harus mampu memanfaatkan potensi tersebut agar usaha kampung berjalan optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur kampung tidak boleh berhenti di fisik semata. “Sumber daya manusia harus ditingkatkan agar bisa memaksimalkan potensi kampung. Dengan begitu, setiap kampung bisa menjadi penggerak ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com