KUTAI TIMUR – Aksi kaburnya empat tahanan dari ruang sel Polsek Sangkulirang menghebohkan warga pesisir Kutai Timur. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (08/01/2026) dini hari itu kini memicu perburuan besar-besaran aparat kepolisian hingga melibatkan puluhan personel lintas wilayah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelarian para tahanan diketahui sekitar pukul 04.30 Wita. Begitu kejadian terungkap, kepolisian langsung meningkatkan status siaga dan mengerahkan tim gabungan untuk menyisir jalur darat maupun pesisir.
Kasi Humas Polres Kutim, Aiptu Wahyu Winarko, menyampaikan bahwa pengejaran dilakukan secara masif dengan melibatkan polsek-polsek terdekat serta dukungan masyarakat setempat. “Begitu kejadian diketahui, kami langsung membentuk tim pencarian. Seluruh potensi kami kerahkan, termasuk bantuan dari polsek sekitar,” kata Wahyu saat dikonfirmasi, Jumat (09/01/2026).
Empat tahanan yang kabur tersebut diketahui berasal dari perkara berbeda. Dua di antaranya tersangkut kasus pencurian dengan pemberatan, satu kasus narkotika, dan satu lainnya kasus pencabulan. Polisi menilai kombinasi latar belakang perkara ini membuat pengejaran harus dilakukan secara ekstra hati-hati.
Untuk mempersempit ruang gerak para buronan, Polres Kutim menurunkan sedikitnya 50 personel, dipimpin langsung oleh Kapolres Kutai Timur. Penyisiran difokuskan pada jalur-jalur yang diduga menjadi akses pelarian, termasuk kawasan pesisir.
Dalam pelariannya, keempat tahanan sempat berinteraksi dengan seorang nelayan. Namun, polisi memastikan nelayan tersebut tidak terlibat dan tidak mengetahui identitas orang yang ditolongnya. “Yang bersangkutan hanya menolong karena mengira warga biasa. Setelah kami periksa, tidak ditemukan unsur kesengajaan,” jelas Wahyu.
Nelayan tersebut kini dimintai keterangan untuk menunjukkan titik terakhir keberadaan para tahanan sebelum menghilang.
Sementara itu, Polres Kutim juga melakukan evaluasi internal terkait sistem pengamanan ruang tahanan Polsek Sangkulirang. Pemeriksaan difokuskan pada prosedur penjagaan dan pengawasan untuk memastikan tidak ada kelalaian. “Aspek pengamanan sedang kami dalami. Semua akan dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Wahyu.
Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, serta segera melapor melalui kantor polisi terdekat atau layanan darurat 110 jika melihat atau mengetahui keberadaan para tahanan buron tersebut. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan