Kebakaran di Desa Sungai Jaranih berdampak terhadap 31 warga dari 11 keluarga, termasuk enam anak sekolah, dengan sembilan bangunan hangus dan tiga lainnya mengalami kerusakan sebagian.
HULU SUNGAI TENGAH – Enam anak usia sekolah menjadi bagian dari 31 warga atau 11 kepala keluarga (KK) yang terdampak kebakaran di Desa Sungai Jaranih, Rukun Tetangga (RT) 005/Rukun Warga (RW) 003, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel). Musibah tersebut menghanguskan sembilan bangunan dan merusak tiga bangunan lainnya.
Anak-anak dari keluarga terdampak masih menempuh pendidikan mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat. Kondisi tersebut menambah dampak sosial kebakaran karena sejumlah keluarga juga kehilangan dokumen administrasi kependudukan yang ikut terbakar bersama rumah mereka.
“Ada enam anak sekolah dari keluarga yang terdampak dalam kejadian kebakaran ini, mulai dari tingkat SD hingga SMA dan sederajat,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) HST Fitriadinor, sebagaimana diwartakan Antara, Jumat (11/09/2026).
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.50 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Dari 12 bangunan yang terdampak, sebagian besar mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat dihuni.
“Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.50 Wita. Dari 12 bangunan yang terdampak, sembilan bangunan terbakar 100 persen, sedangkan tiga lainnya mengalami kerusakan sebagian, masing-masing sekitar 15 hingga 30 persen,” kata Fitriadinor.
Meski mengakibatkan kerusakan cukup luas, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Petugas gabungan bergerak melakukan pemadaman hingga pembasahan untuk mencegah api kembali menyala.
Penanganan melibatkan BPBD dan Damkar HST, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), Pemadam Kebakaran (PMK), relawan, perangkat desa, serta warga setempat.
“Api berhasil dipadamkan 100 persen oleh petugas gabungan dan proses pembasahan telah dilakukan untuk memastikan kondisi di lokasi aman,” jelasnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Besaran kerugian material juga masih dalam proses pendataan.
Bupati HST Samsul Rizal bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HST telah merespons musibah tersebut dengan memberikan berbagai bantuan kepada keluarga terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga setelah kehilangan tempat tinggal maupun barang berharga, sekaligus mendukung pemulihan keluarga dan keberlangsungan pendidikan anak-anak terdampak. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan