Seminar Nasional di Bontang Cetak Pemuda Berani Bicara dan Memimpin

Ratusan pelajar dan mahasiswa di Bontang mendapat penguatan keterampilan public speaking, berpikir kritis, dan kepemimpinan untuk menghadapi tantangan transformasi digital.

BONTANG – Keterampilan berbicara di depan publik dinilai semakin penting bagi generasi muda untuk mengambil peran kepemimpinan di tengah derasnya arus informasi dan transformasi digital. Pesan itu mengemuka dalam Seminar Nasional Pendidikan dan Keterampilan Berbicara di Depan Publik yang diikuti ratusan pelajar, mahasiswa, dan guru pendamping di Auditorium Taman 3D, Bontang, Minggu (13/09/2026).

Seminar bertajuk “The Power of Speak, Speak, Lead and Transform” tersebut diprakarsai Inspiratif Muda Nusantara (IMUN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan dibuka Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Agus Haris. Kegiatan itu menghadirkan Founder Speakmuda Ilham Modjo dan Pembina IMUN M. Yusril Ade Mahendra.

Agus menilai pendidikan tidak cukup hanya mempersiapkan generasi muda memasuki dunia kerja. Menurut dia, proses pendidikan juga perlu membangun keberanian berpikir, integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan generasi muda mengambil bagian dalam menentukan masa depan bangsa.

“Pertanyaan besar bagi pendidikan kita bukan hanya tentang di mana akan bekerja setelah lulus, tetapi apa yang akan dilakukan untuk menentukan masa depan bangsa. Indonesia membutuhkan manusia yang memiliki ilmu, integritas, keberanian berpikir, kepedulian terhadap rakyat, dan kesadaran terhadap masa depan,” papar Agus Haris di hadapan pemateri sekaliber Founder Speakmuda Ilham Modjo dan Pembina IMUN M. Yusril Ade Mahendra.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang juga mendorong generasi muda meningkatkan kapasitas untuk terlibat dalam pengelolaan potensi daerah, termasuk Sumber Daya Alam (SDA). Pengelolaan tersebut diharapkan sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) sekaligus mendukung pengembangan hilirisasi industri dan penguasaan teknologi.

Di tengah tuntutan tersebut, kemampuan public speaking dipandang bukan sekadar keterampilan tambahan, tetapi menjadi salah satu modal penting untuk menyampaikan gagasan, mengedukasi masyarakat, membangun kepercayaan, dan memimpin.

“Kita berada di era transformasi digital di mana arus informasi bergerak sangat cepat. Keterampilan berbicara di depan publik bukan lagi sekadar pelengkap riwayat hidup, melainkan keterampilan krusial yang menentukan keberhasilan kalian dalam memimpin, mengedukasi, dan menginspirasi masyarakat. Jangan takut salah dalam berbicara,” tegas Wawali memotivasi, sebagaimana dilansir PPID Setda Bontang, Minggu, (13/09/2026).

Seminar tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, serta keberanian menyampaikan gagasan di ruang publik. Pemkot Bontang memandang kegiatan edukatif semacam itu sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan calon pemimpin daerah yang mampu beradaptasi dengan perubahan.

Pada akhir kegiatan, panitia menyerahkan piagam penghargaan kepada Wawali Bontang sebagai bentuk apresiasi terhadap dukungan Pemkot Bontang terhadap pengembangan kapasitas generasi muda. Kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas kepemudaan diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak anak muda memiliki kemampuan komunikasi, integritas, serta keberanian mengambil peran dalam pembangunan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com