200 Prajurit AS Gempur Caracas, Maduro Ditangkap!

WASHINGTON – Dunia politik internasional kembali terguncang setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer tak terduga di Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Dalam aksi yang mengejutkan itu, hampir 200 tentara AS berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, mengakhiri 12 tahun kepemimpinan yang kontroversial di negara kaya minyak tersebut.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa, (06/01/2026), menjelaskan jumlah pasukan yang terlibat dan menegaskan keamanan pasukannya. “Hampir 200 prajurit terbaik Amerika diterjunkan ke pusat kota Caracas untuk mengekstraksi seorang buronan yang didakwa oleh otoritas kami, dan berhasil melakukannya tanpa satu pun tentara Amerika tewas,” ujar Hegseth.

Operasi militer ini melibatkan helikopter serbu, jet tempur, dan lebih dari 150 pesawat militer untuk menekan pertahanan Venezuela sebelum pasukan infanteri memasuki jantung ibu kota. “Ini adalah operasi yang telah direncanakan secara detail. Tujuan kami jelas: menghentikan ancaman narkoterorisme lintas batas negara,” tambah Hegseth.

Setelah penangkapan, Maduro dan Flores dibawa ke New York dan menghadapi dakwaan di pengadilan federal Manhattan. Sidang perdana digelar pada Senin, 5 Januari 2026, di mana keduanya menyatakan tidak bersalah atas tuduhan konspirasi narkoterorisme.

Meski operasi ini berjalan sukses bagi AS, langkah tersebut memicu kritik internasional. Lembaga hak asasi dan beberapa negara menilai tindakan ini melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela.

Peristiwa ini menjadi peringatan geopolitik bahwa tindakan militer sepihak, meski berhasil di lapangan, bisa memicu ketegangan global yang serius dan berdampak pada stabilitas kawasan. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com