Gambar Ilustrasi

Siang Berubah Petaka, Pelajar HST Tewas Tenggelam

HULU SUNGAI TENGAH – Tragedi merenggut nyawa seorang pelajar terjadi di kawasan persawahan Desa Sumanggi Seberang, Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 13 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai, Minggu (18/01/2026).

Korban diketahui berinisial MAFJ, warga Desa Sumanggi Seberang. Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wita, di sungai persawahan yang berjarak kurang lebih 1,5 kilometer dari rumah korban.

Informasi di lapangan menyebutkan, korban sebelumnya pergi memancing bersama seorang temannya sejak pukul 11.00 Wita. Aktivitas yang semula tampak biasa itu berubah menjadi petaka ketika mata pancing korban tersangkut di dasar sungai.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD HST Fitriadi menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban kemudian turun langsung ke sungai untuk melepaskan mata pancing tersebut. “Sebelum turun ke sungai, korban sempat mengeluh badannya kurang enak,” ujar Fitriadi saat dikonfirmasi.

Sungai yang memiliki kedalaman sekitar satu meter itu tampak dangkal. Namun setelah korban menceburkan diri, ia tidak kembali muncul ke permukaan.

Teman korban yang panik segera meminta pertolongan warga sekitar untuk melakukan pencarian. Upaya pencarian berlangsung hingga akhirnya korban ditemukan. “Sekitar pukul 15.00 Wita, warga menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan langsung membawanya ke rumah duka,” kata Fitriadi.

BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 18.00 Wita. Petugas kemudian berkoordinasi dengan unsur TNI, Polri, aparat desa, dan masyarakat setempat untuk penanganan awal. “Personel BPBD bersama Koramil dan Polsek Batang Alai Utara turut berada di lokasi untuk memastikan penanganan berjalan lancar,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, BPBD HST mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap anak-anak yang beraktivitas di sungai. “Kami mengingatkan agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan sebelum beraktivitas di alam terbuka, terutama di sekitar perairan,” tegas Fitriadi.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Sumanggi Seberang, sekaligus menjadi pengingat akan bahaya tersembunyi di balik aktivitas sehari-hari. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com